Dorong Kemandirian Energi, DPMD Libatkan BUMDes Kelola PLTS Komunal di Desa Terpencil

progreskaltim.id Desa Muara Enggelam di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa menjadi contoh positif bagaimana kolaborasi pemerintah desa hingga kabupaten berhasil menghadirkan listrik ramah lingkungan di daerah sulit dijangkau. Bukan hanya menghasilkan, listrik tersebut juga berhasil dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Muara Enggelam sudah membuktikan kalau listrik komunal bisa dikelola desa dan memberi manfaat nyata,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto pertengahan Mei 2025.

BacaJuga

Desa Muara Enggelam terletak di kawasan pesisir Danau Semayang. Sebelum masuknya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal, warga masih menggantungkan listrik dari pembangkit mandiri berbiaya mahal.

Setelah PLTS Komunal terbentuk, pemerintah desa bersama DPMD Kukar mendorong lahirnya badan pengelola PLTS Komunal berbentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Di tahap awal, BUMDes mengalokasikan dana sekitar Rp 400 juta untuk pengadaan baterai penyimpan daya.

Berjalan waktu, muncul dukungan dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) senilai Rp4 miliar di tahun 2024. Dukungan dana ini digunakan memperkuat sistem listrik.

“Selain memenuhi kebutuhan listrik harian warga, sistem yang dikelola BUMDes tersebut terbukti mampu meningkatkan PADes secara signifikan,” terang Arianto.

Berkaca dari pengalaman sukses Desa Enggelam, Arianto mengajak pengelola pemerintah desa dan BUMDes di desa lain mencontoh profesionalitas ini.

Apalagi, beberapa desa di Kukar, terang dia sudah banyak yang mulai pengelolaan listrik mandiri. Termasuk jenis usaha lain seperti air bersih.

“BUMDes yang mengelola harus benar-benar siap dan profesional. Ini tergantung pada kesiapan desa dan kecamatan masing-masing,” tutupnya.  (*adv/dpmdkukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10