Benderang Energi Surya di Desa Muara Enggelam

progreskaltim.id Kepala Bidang Kerja Sama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Dedy Suryanto, menyebut bahwa Desa Muara Enggelam adalah bukti nyata desa terpencil mampu menjadi pelopor energi bersih.

Desa yang terletak di sisi barat Danau Melintang ini menjadi sorotan nasional. Kampung yang seluruh permukimannya di atas air ini menjadi contoh pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.

BacaJuga

Di tengah keterbatasan akses dan lokasi yang terpencil, Desa Muara Enggelam di Kutai Kartanegara membuktikan bahwa kemajuan bisa dicapai dengan kemandirian dan pengelolaan yang profesional.

Baginya, kemandirian energi yang dicapai Desa Muara Enggelam mencerminkan komitmen kolektif dan pengelolaan profesional.

“Ini bukan semata tentang teknologi, tetapi tentang ketekunan, gotong royong, dan keberanian warga desa untuk berubah,” ungkap Dedy.

Dedy menambahkan, keberhasilan ini akan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kutai Kartanegara.

DPMD Kukar berkomitmen memberikan pendampingan teknis dan dukungan infrastruktur agar lebih banyak desa mengikuti jejak Muara Enggelam menuju kemandirian energi.

Inisiatif ini bermula di tahun 2015 lalu. Kala itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersinar Desaku mengembangkan kemandirian energi berbasis tenaga surya.

Di bawah kepemimpinan Aliansyah sebagai direktur, BUMDes kini mengelola enam unit usaha produktif. Selain penyediaan listrik tenaga surya, ada pula layanan air bersih isi ulang, TV kabel prabayar, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), pasar desa, hingga budidaya sarang walet.

“Semua unit usaha ini dijalankan oleh 11 warga lokal. Listrik menjadi sektor yang paling vital karena menopang seluruh aktivitas desa,” kata Aliansyah, beberapa waktu lalu.

Dari enam unit tersebut, BUMDes mencatat pendapatan rata-rata mencapai Rp25 juta per bulan. Keuntungan ini digunakan untuk merawat dan mengembangkan sistem PLTS demi menjamin pasokan listrik bagi seluruh warga.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memberikan dukungan nyata. Lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025, Muara Enggelam menerima bantuan senilai Rp1,65 miliar. Dana ini dialokasikan untuk peremajaan infrastruktur energi surya, seperti penggantian baterai, panel surya, dan penambahan inverter.

“Ada beberapa perangkat yang rusak dan bahkan terbakar. Peremajaan ini penting untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus meningkat,” pungkasnya. (adv/dpmdkukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10