progreskaltim.id Salah satu kunci keberhasilan program bantuan Rp50 juta per RT di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terletak pada kemampuan warga memanfaatkan dana tersebut untuk kegiatan ekonomi produktif.
Karena itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto menekankan pentingnya pemanfaatan dana secara kreatif sesuai kebutuhan warga.
Para pengurus RT, terang Arianto didorong mengembangkan pelatihan keterampilan yang mampu melahirkan usaha-usaha mandiri.
Sejauh ini, pelatihan yang telah terlaksana mencakup menjahit, pengelasan, pertukangan, hingga pengolahan makanan.
“Ini bukan hanya soal pelatihan, tapi bagaimana pelatihan tersebut mampu melahirkan usaha produktif yang berkelanjutan,” tegas Arianto baru-baru ini.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menilai potensi pengembangan ekonomi di tingkat RT sangat besar jika dana benar-benar digunakan untuk pemberdayaan.
“Sebagai contoh, jika ada pemuda di RT yang ingin membentuk kelompok usaha seperti bengkel atau jenis usaha lainnya, kami sangat mendukung agar dana itu digunakan untuk pengembangan mereka,” urainya.
Arianto optimistis bahwa jika dikelola dengan serius, program ini mampu melahirkan kelompok usaha baru yang membuka lapangan kerja di tingkat RT. Untuk memastikan pelatihan tepat sasaran.
DPMD Kukar juga memperkuat koordinasi lintas sektor agar program ini terintegrasi dengan upaya pemberdayaan ekonomi lainnya di tingkat kabupaten.
Apalagi, program yang berjalan sejak 2022 ini merupakan bagian dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman dalam RPJMD 2021–2026.
Ia berharap, hasil pelatihan tidak berhenti dan harus berkembang menjadi unit usaha mandiri.
“Ini momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari bawah, dan RT adalah tempat paling strategis untuk memulainya,” pungkasnya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post