progreskaltim.id Beragam nama dan layanan Posyandu di desa-desa Kutai Kartanegara menimbulkan kebingungan warga dan menghambat akses pelayanan. Posyandu Ibu dan Balita, Posyandu Lansia, Posyandu Remaja, hingga Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), kerap membuat masyarakat tak tahu layanan mana yang harus diakses.
Menanggapi masalah ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar segera menyeragamkan seluruh Posyandu agar menjadi satu pintu layanan terpadu yang jelas dan mudah dijangkau oleh seluruh warga. Dari kelompok usia balita hingga lansia.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar,
Asmi Riyandi Elvandar, menyebut upaya ini demi memperkuat identitas Posyandu sebagai pusat pelayanan desa yang menyeluruh.
“Penamaan akan diseragamkan, namun jenis layanannya tetap menyesuaikan kebutuhan kelompok usia masing-masing,” terang Elvandar kepada awak media medio Mei 2025 di kantornya.
Pria yang karib disapa Ivan ini menjelaskan, langkah ini disertai pemetaan potensi dan persoalan sosial desa agar Posyandu dapat mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, perumahan, dan keamanan.
Karena itu, sinergi lintas OPD diharapkan menjadikan Posyandu sebagai simpul layanan utama yang memudahkan warga mengakses kebutuhan dasar secara cepat dan terarah.
Langkah ini, sambung dia agar Posyandu menjadi simpul layanan utama kesehatan masyarakat desa.
“Harapannya, warga dapat mengakses berbagai kebutuhan dasar secara mudah, cepat, dan dekat,” tutupnya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post