progreskaltim.id Persoalan penerangan menjadi salah satu sorotan di Desa Loa Kulu Kota, Kabupaten Kutai Kartanegara. Tak tinggal diam, pemerintah desa mengalokasikan sebagian anggaran desa untuk pemasangan lampu jalan di sejumlah titik rawan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan warga saat beraktivitas pada malam hari, sekaligus mendukung mobilitas warga.
“Alhamdulillah, kini hampir seluruh wilayah sudah terang. Kami berterima kasih kepada Pemkab Kukar, khususnya DPMD, serta seluruh pihak yang membantu,” kata Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali.
Bukan hanya soal terang. Desa yang terletak di Kecamatan Loa Kulu ini juga menetapkan program ketahanan pangan keluarga dan pendidikan sebagai salah satu fokus pembangunan.
Di sektor ketahanan pangan, program dilakukan lewat pemanfaatan lahan pekarangan, bantuan bibit, serta pendampingan teknis bagi warga.
Di sektor pendidikan, pemerintah desa juga mulai memperkuat dukungan terhadap fasilitas belajar, baik bagi pelajar usia sekolah maupun masyarakat dewasa yang membutuhkan layanan pendidikan nonformal. Program tersebut diarahkan agar akses pendidikan menjadi semakin merata.
Agar pembangunan mendapat dukungan warga, pihaknya berupaya menyusun perencanaan program partisipatif. Tidak sekedar seremoni.
Ia menilai pendekatan partisipatif tersebut menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya sekadar seremonial, tetapi memiliki manfaat nyata.
“Seluruh program kami jalankan dengan orientasi pada kesejahteraan masyarakat. Harapannya, warga bisa berdaya secara ekonomi dan sosial dari potensi yang mereka miliki,” ujar Rizali.
Rizali menambahkan bahwa seluruh program dilaksanakan bertahap sesuai kemampuan anggaran desa dan dukungan pemerintah kabupaten. Meski begitu, ia optimistis capaian pembangunan akan terus meningkat apabila kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat tetap terjaga.
Ia menegaskan bahwa orientasi utama pembangunan di Loa Kulu Kota adalah memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Kami ingin hasil pembangunan menyentuh kehidupan masyarakat, bukan hanya terlihat di laporan administrasi,” katanya. (*adv/dpmdkukar)

Discussion about this post