Menanti Wajah Baru Gunungan Sampah di TPA Bukit Pinang jadi Ruang Terbuka Hijau dengan Lintasan Joging

progreskaltim.id Sebentar lagi Samarinda bakal punya Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru. Lokasinya di bekas Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Bukit Pinang, Jalan Pangeran Suryanata, Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu.

Pemanfaatan kembali TPA yang ditutup sejak September 2023 itu, diinisiasi Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda.

BacaJuga

Pada tahap pertama, proyek RTH anyar ini menelan anggaran sebesar Rp 15,8 miliar. Pekerjaannya dimulai Juni hingga Desember 2025. Sementara total keseluruhan diproyeksikan mencapai Rp 75 miliar.

Beragam pekerjaan dilakukan PUPR pada tahap awal. Mulai dari mengendalikan gas metana dari sampah yang menumpuk, mengendalikan longsoran sampah hingga membuat saluran aliran air lindi.

 

Kurangi Aroma Tak Sedap dari Gunungan Sampah

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Samarinda, Ilhamsyah menerangkan, pengendalian gas metana dilakukan dengan teknik recontouring atau menyamakan level ketinggian sampah. Sampah yang menggunung digeser dengan alat berat sampai ke pinggir jurang. Lalu diratakan dan kemudian ditumpuk dengan tanah.

Recontouring ini pengendalian kemiringan. Kami bentuk lagi menjadi lebih bagus,” ucapnya (1/9/2025).

Teknik ini, menurut Ilhamsyah, dapat mengurangi aroma tak sedap dari sampah. Dan, meminimalisir kebakaran yang dihasilkan gas metana. Dari total luas TPA Bukit Pinang yang mencapai 10 hektare, proses recontouring dilaksanakan di area seluas 4 hektare.

Ilhamsyah melanjutkan, pihaknya juga membangun drainase untuk menyalurkan air lindi menuju Instalasi Pengendalian Limbah Tinja (IPLT) milik TPA Bukit Pinang terdahulu. Sementara kolam kolam penampungan air lindi dan kolam pantau bakal dibangun pada tahap berikutnya.

Nantinya, kata Ilhamsyah, kolam air lindi ini tidak berfungsi sebagai penampungan air limpasan sampah. Tetapi juga menetralkannya menjadi air bersih.

“Progres pengerjaan RTH ini telah mencapai 55 persen. Pengelolaan sampah akan dilakukan sampai akhir tahun,” terang Ilhamsyah.

Ilhamsyah juga menyebut, usai proses recontouring, RTH akan dilengkapi lintasan joging. Di beberapa titik juga akan dibangun musala dan kantor pengelola.

Penulis: Haeda Dyah Masna Rahmadani

Editor: Ridho

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10