Samsun Optimistis Smelter Nikel Pertama di Kaltim Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja Lokal

Pabrik smelter pertama di Kalimantan diyakini membawa dampak perekenomian baru di Kaltim dan Kukar

progreskaltim.id Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun merespon baik peresmian tahap pertama pembangunan pabrik smelter nikel pertama di Kaltim yang dioperasikan PT Kalimantan Ferro Industri (KFI), Selasa, 19 September 2023. Ia meyakini, pabrik yang berlokasi di Kecamatan Sanga-sanga, Kutai Kartanegara bakal menambah sumber pendapatan dan perputaran ekonomi baru di Bumi Etam.

Tanda-tanda ini bisa terlihat. PT KFI tidak memproduksi listrik mandiri seperti perusahaan besar kebanyakan. Mereka lebih memanfaatkan listrik di daerah yang diproduksi PT PLN Persero.

BacaJuga

Sejak 31 Desember 2021 lalu, PT KFI telah kontrak perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN Persero sebesar 8000 MW.

“Kerja sama ini memiliki dampak positif yang tidak terbantahkan yang mana menjadi pendapatan baru bagi perekonomian daerah Kaltim,” kata Samsun.

Selain dampak positif pada ekonomi dan pasokan listrik, pabrik Smelter nikel ini juga membuka peluang bagi tenaga kerja lokal.

“Diperkirakan sekitar 10 ribs tenaga kerja akan diperlukan, dan hingga saat ini, sekitar 1.700 tenaga kerja lokal telah diterima bekerja di KFI. Pemilihan karyawan dilakukan dengan merekrut tenaga kerja lokal dari berbagai kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara,” kata Samsun.

Menurut rencana, investasi keseluruhan pabrik smelter ini bernilai Rp30 triliun ini akan mendatangkan manfaat besar bagi masyarakat dan perekonomian di daerah, khususnya warga Kecamatan Sanga-sanga.

Dari awal peletakan batu pertama pada 25 Januari 2022, KFI sekurangnya telah menggelontorkan dana investasi sebesar Rp 5 Triliun sampai saat ini.

Di mana pelaporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada quartal 2-2023 yang tercatat kemarin berjumlah Rp 2,7 triliun. Samsun menilai, ini salah satu indikator, bahwa Kaltim sangat dipercaya investor. Terkhusus asal Tiongkok.

Perlu diketahui, PT KFI didirikan untuk mengikuti instruksi Presiden terkait hilirisasi sumber daya alam, terutama logam nikel. Perusahaan ini resmi berdiri pada tanggal 26 November 2021, setelah disahkan melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Lebih lanjut, Smelter ini merupakan fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi untuk meningkatkan kandungan logam seperti nikel. Hal ini bertujuan agar hasil tambang tersebut mencapai standar yang diperlukan sebagai bahan baku untuk produk akhir. Artinya, nikel tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah, melainkan juga setelah melalui proses peleburan yang meningkatkan nilai tambah ekonomi secara signifikan.

Peresmian pabrik Smelter nikel di Kutai Kartanegara merupakan langkah positif dalam mendukung investasi asing, pembangunan ekonomi daerah, dan penciptaan lapangan kerja. “Semoga proyek ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan” tutupnya.

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10