progreskaltim.id Jalan mulus yang baru saja hadir di Kabupaten Mahulu bak pisau bermata dua. Di satu sisi sangat membantu mobilitas dan perekonomian warga. Di sisi lain bisa membawa korban nyawa jika tak waspada.
Sebagai contoh, sepanjang Januari hingga Juni 2024 Satlantas Polres Mahulu mencatat dua orang meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Kedua korban tewas di tempat kejadian perkara. Mayoritas kecelakaan bermotor di Mahulu disebabkan kurang patuh berkendara.
Di jalur sungai, pada Oktober 2024 lalu, satu keluarga tenggelam setelah perahu yang mereka tumpangi menghantam arus jeram ganas di Kampung Noha Silat Kecamatan Long Apari.
Sebagai langkah pencegahan dan edukasi, Dinas Perhubungan Mahulu rutin menggelar kampanye kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.
“Kampanye melalui Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) sudah kami lakukan secara rutin sejak tahun lalu. Kemudian tahun ini juga akan tetap rutin kami lanjutkan,” kata Kepala Dishub Mahakam Ulu, Fransiskus Xaverius Lawing di Ujoh Bilang, Desember 2024.
Bukan hanya jalur darat, Program SALUD juga menyasar pengguna transportasi sungai. Baik penumpang dan barag. Selain orang dewasa, program ini juga menyasar anak-anak dan remaja.
Dikutip dari laman antaranews.com, sasaran kampanye SALUD untuk orang dewasa dan masyarakat umum tetap dijalankan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
Materi yang disampaikan saat kampanye ini antara lain seperti tentang pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak terlalu laju saat berkendaraan, menjaga keselamatan diri dan orang lain, hingga memperhatikan kelengkapan kendaraan baik untuk moda transportasi darat maupun sungai. (pariwara/dishubmahulu)
Discussion about this post