progreskaltim.id Program ‘Satu Rumah Satu Bioflok’ di Desa Segihan Kabupaten Kutai Kartanegara sukses berjalan selama dua tahun. Program ini dinilai berhasil melibatkan 12 petani millenial menjadi mentor warga lainnya. Ekonomi berputar, kas pemerintah desa terus terisi.
Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi menjelaskan, para petani muda ini dibekali keterampilan budidaya perikanan dan hortikultura.
“Kami ingin petani milenial memiliki kemampuan yang kuat dalam budidaya,” kata Hendra Juli 2025 lalu.
Bioflok, atau sistem budidaya ikan dengan teknologi biological floc, merupakan metode pemeliharaan ikan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik di kolam menjadi pakan alami.
Dengan cara ini, kualitas air tetap terjaga, kebutuhan pakan bisa ditekan hingga 30 persen, dan hasil panen lebih optimal.
Teknologi ini dinilai cocok untuk diterapkan di desa karena efisien, ramah lingkungan, dan tidak membutuhkan lahan luas.
Selain budidaya, Pemdes Segihan juga memperkuat rantai pasok pemasaran hasil tani dan ikan.
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) digandeng. Lembaga ini tak hanya menampung hasil panen, tapi juga menjadi penggerak utama ketahanan pangan di tingkat desa.
“Alhamdulillah, saat ini pendapatan asli desa dari BUMDes sudah mencapai Rp6 juta per tahun. Harapannya, angka ini terus meningkat,” kata Hendra menutup pembicaraan. (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post