progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan kemandirian ekonomi desa tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan pendampingan usaha ramah lingkungan di Desa Sepatin, Kecamatan Anggana.
Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa pengembangan ekonomi lokal harus berjalan seiring dengan upaya menjaga alam, khususnya kawasan mangrove yang menjadi penopang utama ekosistem pesisir.
Kawasan mangrove di Sepatin dikenal sebagai habitat penting bagi berbagai jenis udang dan ikan yang bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai bahwa setiap upaya peningkatan pendapatan warga perlu mempertimbangkan keberlanjutan ekologi di wilayah tersebut.
Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Ahmad Irji, menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak sekadar memberikan pelatihan teknis kepada warga.
“Kami mendampingi tim Global Green Growth Institute (GGGI) dari Jakarta. Program ini bertujuan melindungi biota laut dan tumbuhan hayati, terutama mangrove, melalui pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan,” jelas Irji.
Lebih dari itu, program ini menekankan bahwa keberlangsungan usaha masyarakat sangat bergantung pada kondisi mangrove yang tetap terjaga. Jika habitat alami rusak, maka sumber penghidupan warga pun akan turut terancam.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara lembaga internasional dan pemerintah daerah dalam mendukung usaha desa yang ramah lingkungan,” kata Irji.
DPMD Kukar juga mendorong kelompok usaha perempuan dan pemuda untuk terlibat aktif dalam program ini. Mereka diberikan pelatihan tambahan mengenai diversifikasi produk, seperti olahan hasil laut dan kerajinan berbahan mangrove yang tidak merusak pohon. Pendekatan ini memperluas peluang usaha sekaligus memperkuat identitas lokal desa.
“Warga juga diajak menyusun rencana usaha yang memperhitungkan potensi dampak lingkungan. Tujuannya agar keuntungan ekonomi tidak datang dengan mengorbankan sumber daya alam,” terangnya.
Dengan berlangsungnya pendampingan ini, Pemkab Kukar berharap Desa Sepatin dapat menjadi contoh desa pesisir yang mampu membangun ekonomi tanpa mengorbankan alam. Program tersebut menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, selaras dengan visi daerah untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post