Pemkab Kukar Dorong Gotong Royong Jadi Fondasi Pembangunan Desa

progreskaltim.id Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara, Arianto, menekankan pentingnya penghargaan bagi desa dan kelurahan aktif dalam kegiatan gotong royong sebagai pemantik semangat kolektif warga. Menurutnya, penghargaan ini diharapkan mendorong pemerintah desa dan kelurahan lain untuk menghidupkan kembali budaya kerja bersama yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Selain mempererat hubungan sosial, Arianto menilai kegiatan gotong royong terbukti efektif menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki sarana umum sederhana, hingga mempercepat penyelesaian persoalan sosial di tingkat lokal. “Gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi juga strategi pembangunan berbasis masyarakat yang nyata manfaatnya,” ujarnya.

BacaJuga

Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah desa dan kelurahan yang dinilai aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan gotong royong sepanjang 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program bantuan keuangan berbasis rukun tetangga (RT) sebesar Rp 50 juta yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sejak 2022.

Arianto menjelaskan, sejak awal, program bantuan keuangan ini dirancang agar tak hanya mendukung kebutuhan infrastruktur, tetapi juga membangun solidaritas sosial di masyarakat. Sebagai wujud nyata, minimal 15 persen dari total dana bantuan RT wajib dialokasikan untuk kegiatan gotong royong.

“Sejak 2022, kami menilai gotong royong sebagai indikator penting dalam evaluasi bantuan keuangan RT. Desa dan kelurahan yang mampu menjadikannya agenda rutin mendapat apresiasi khusus,” katanya.

Penilaian dilakukan secara berkala dengan melibatkan perangkat kecamatan dan tim dari DPMD Kukar. Beberapa kepala desa dan lurah menerima penghargaan atas konsistensi dalam memelihara partisipasi warganya melalui berbagai kegiatan kebersihan, perbaikan fasilitas umum, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

“Melalui penghargaan ini, kami ingin memastikan nilai-nilai kebersamaan tetap hidup. Pembangunan tidak akan berjalan tanpa partisipasi aktif masyarakat,” tegas Arianto.

Ia menambahkan, gotong royong menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat. “Kita ingin semangat ini terus tumbuh sebagai identitas sosial dan motor penggerak kemajuan desa,” pungkasnya. (adv/dmpdkukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10