Desa Liang Ulu Jadi Contoh Hidup Budaya Gotong Royong di Kota Bangun

progreskaltim.id Pemerintah Desa Liang Ulu di Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara terus memupuk semangat gotong royong sebagai bagian dari identitas sosial masyarakat. Setiap Jumat, pemerintah desa bersama warga melaksanakan kerja bakti rutin yang berfokus pada kebersihan dan kerapian lingkungan desa. 

Kepala Desa Liang Ulu, Mulyadi, menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar kegiatan seremonial yang dilakukan secara formalitas. Tradisi ini, ujarnya, merupakan kebiasaan yang telah berlangsung sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi. 

BacaJuga

Karena itu, pemerintah desa berkomitmen menjaga rutinitas ini sebagai bagian dari karakter sosial warga Liang Ulu.

“Setiap Jumat, kami jadwalkan seluruh elemen desa untuk terlibat langsung dalam kerja bakti. Ini sudah berjalan sejak lama dan kami dokumentasikan melalui videotron sebagai sarana informasi dan edukasi masyarakat,” kata Mulyadi.

Dalam pelaksanaannya setiap pekan, kegiatan kerja bakti melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT, hingga lembaga-lembaga kemasyarakatan turut hadir dan berpartisipasi. 

Kehadiran berbagai elemen ini menjadikan kerja bakti tidak hanya sebagai aksi bersih lingkungan, tetapi juga ruang interaksi antarmasyarakat.

“Pemerintah memberi dorongan moral agar masyarakat tidak selalu bergantung pada dana. Gotong royong bisa dimulai dari niat tulus untuk bersama-sama membangun desa,” jelas Mulyadi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara, Arianto, turut memberikan apresiasi terhadap Desa Liang Ulu. Ia menilai, desa tersebut menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai gotong royong dapat dijaga dan dijalankan secara berkelanjutan.

“Desa Liang Ulu memberi contoh baik bagaimana budaya gotong royong bisa dijalankan secara konsisten. Inilah esensi dari BBGRM yang terus kami dorong di seluruh wilayah Kukar,” ungkap Arianto.

Ia menegaskan, gotong royong bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.

“Harapan kami, semangat gotong royong bisa kembali tumbuh di setiap desa dan kelurahan. Selain menjaga lingkungan, nilai-nilai kearifan lokal juga menjadi fondasi penting dalam memperkuat kebersamaan,” pungkasnya.

Ke depan, Pemerintah berencana memperluas cakupan kegiatan gotong royong dengan memasukkan agenda penataan fasilitas desa lainnya. Pemerintah desa juga dipastikan bahwa rutinitas ini tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi memberikan kontribusi nyata terhadap kenyamanan dan pembangunan lingkungan. (adv/diskominfokukar)

 

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10