progreskaltim.id Penguatan ekonomi warga Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, mulai bergerak lebih terarah seiring dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar) terhadap pembentukan Koperasi Merah Putih. Pemerintah desa memandang kelembagaan ini sebagai wadah ekonomi baru yang memberi ruang bagi masyarakat untuk mengelola usaha secara kolektif dan berkelanjutan.
Kepala Desa Manunggal Jaya, Rudi Ismanto, mengatakan bahwa pendirian koperasi merupakan hasil keputusan musyawarah desa yang melibatkan partisipasi warga. Struktur kepengurusan, mulai dari ketua hingga pengelola operasional, telah terbentuk dan siap menjalankan program awal koperasi. Menurutnya, fondasi ini menjadi langkah penting untuk membangun kemandirian ekonomi desa yang lebih kokoh.
Rudi menjelaskan bahwa koperasi tersebut akan beroperasi pada tiga bidang utama: simpan pinjam, pertanian, serta penyediaan obat-obatan. Ia menilai ketiga sektor itu merupakan kebutuhan paling dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. “Ini baru langkah awal. Kami mulai dari hal yang paling realistis dan dekat dengan kebutuhan warga,” ujarnya.
Keanggotaan koperasi seluruhnya berasal dari warga Manunggal Jaya. Format tersebut dipertahankan agar manfaat kegiatan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain menjadi sarana usaha bersama, koperasi juga diharapkan bisa menjadi tempat belajar mengelola keuangan dan mengembangkan unit usaha secara mandiri.
Dalam penjelasannya, Rudi menegaskan bahwa koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki fungsi berbeda meski saling melengkapi. BUMDes berorientasi pada pengelolaan usaha desa untuk keuntungan bersama, sedangkan koperasi berfokus pada layanan bagi anggota melalui mekanisme simpan pinjam. “Keduanya berbeda tapi saling mendukung. Koperasi ini menjadi pelengkap bagi kegiatan ekonomi yang sudah dijalankan BUMDes,” katanya.
Saat ini, pemerintah desa mulai mempersiapkan penguatan kelembagaan, termasuk penataan sistem dan penyusunan rencana jangka menengah koperasi. Rudi mengungkapkan bahwa tahap awal ini penting untuk memastikan organisasi berjalan stabil sebelum memperluas jenis usaha. “Fokus kami membangun pondasi dulu. Setelah sistem dan pengurusnya mantap, baru kegiatan lain menyusul,” tuturnya.
Ia berharap koperasi baru tersebut mampu menumbuhkan kemandirian serta dorongan bagi warga untuk memperluas peluang usaha. “Harapannya, warga bisa mandiri dan punya semangat untuk mengembangkan usahanya sendiri,” tutup Rudi. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post