progreskaltim.id Sejak 2023 hingga pertengahan 2025, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar telah memfasilitasi pembangunan dan revitalisasi 56 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Pembangunan fasilitas layanan kesehatan dasar yang tersebar di lebih 20 kecamatan di Kukar ini berkontribusi nyata penurunan prevalensi stunting.
Kepala DPMD Kukar, Arianto menjelaskan, manfaat kehadiran Posyandu yang merata itu terlihat dalam proses timbang dan ukur serentak nasional untuk bayi dan balita Juni 2024 lalu. Partisipasipasi di Kukar mencapai 99 persen. Tertinggi di Kaltim.
“Data dari penimbangan ini sangat penting sebagai dasar intervensi gizi, terutama untuk menekan angka stunting,” jelas Arianto, April 2025.
Hasilnya cukup signifikan. Angka stunting di Kukar menurun menjadi 16 persen, pencapaian tertinggi di provinsi Kalimantan Timur. Arianto menekankan bahwa capaian ini bukan hasil kerja instan.
Sebagai informasi, angka prevalensi stunting di Kukar pada tahun 2024 menunjukkan penurunan yang signifikan. Data Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kukar turun dari 27,1% pada tahun 2022, menjadi 17,6% pada tahun 2023, dan selanjutnya turun lagi menjadi 14,6% pada tahun 2024.
“Ini bukan sulap, bukan sihir. Ini hasil kolaborasi. Dari pembangunan 816 posyandu, ada yang dibangun oleh perusahaan, dan pelatihan kader sejak 2023 telah menjangkau lebih dari 5.000 orang,” pungkasnya. (*advdpmdkukar)

Discussion about this post