progreskaltim.id Meski bekerja dalam skala kecil, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar) Arianto melihat ada potensi besar dari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Dari kumpulan ibu-ibu ini, Arianto melihat ada sesuatu hal besar yang bisa digali membantu pembangunan. Data.
“Posyandu bisa menjadi sumber data yang valid dan terukur. Dari situ kita tahu sejauh mana program desa menjangkau masyarakat,” ujar Arianto.
Pendapat Arianto bukan sembarang ucap. Arianto menilai, Posyandu berperan strategis menghasilkan data riil kondisi masyarakat di akar rumput.
Mulai dari pemeriksaan ibu hamil, penimbangan berat badan balita, sampai penyuluhan kesehatan keluarga.
“Jika data dari posyandu, RT, dan PKK bisa diintegrasikan, kita akan punya gambaran nyata kondisi sosial masyarakat di akar rumput,” jelas Arianto.
Data yang dihasilkan dari Posyandu ini, terang Arianto, jika dikelola benar dapat menjadi basis
pengambilan keputusan dalam kebijakan pembangunan desa maupun daerah.
“Mulai dari penanganan gizi keluarga, pendidikan anak, sampai intervensi kemiskinan,” kata Arianto.
Karena itu, sejak memimpin, ia selalu mendorong Posyandu menjadi pusat pendataan sosial di tingkat desa.
DPMD Kukar juga menjembatani koordinasi dengan pemerintah desa agar seluruh kegiatan posyandu terdokumentasi dengan baik dan terhubung dengan sistem pemerintahan desa.Terutama dalam isu kesehatan, kesejahteraan dan gizi.
Langkah ini dinilai efisien dan efektif, apalagi di tengah persoalan pemangkasan anggaran dari pusat.
“Anggaran boleh terbatas, tapi kreativitas dan kolaborasi harus jalan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya. (*adv/dpmdkukar)
Discussion about this post