progreskaltim.id Dedikasi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar, Arianto memajukan desa di Kukar patut diacungi jempol. Selain menyusun perencanaan matang, Arianto beserta jajaran melakukan pendampingan berjenjang dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten. Ia berserta jajaran tak segan terjun langsung ke desa-desa memastikan percepatan proses peningkatan status desa.
“Saya sampai tinggal seminggu di Tabang. Saya katakan waktu itu, kalau mau maju, mereka harus bergerak,” ungkap Arianto mencontohkan.
Hasilnya, menggembirakan. Sejak 2022, tidak ada lagi desa di Kukar berstatus sangat tertinggal dan tertinggal. Dari total 193 desa, seluruhnya berstatus berkembang, maju dan mandiri.
Berdasarkan data terbaru DPMD Kukar, saat ini tercatat 87 desa berstatus mandiri, 82 desa maju, dan 24 desa berkembang.
Meski mencapai hasil impresif, DPMD Kukar tidak cepat puas. Arianto menegaskan, masih banyak pekerjaan rumah menanti.
“Fokus pembangunan saat ini diarahkan untuk mendorong desa-desa yang berstatus berkembang agar naik tingkat menjadi desa maju atau mandiri,” kata Arianto.
Memang, diakuinya, peningkatan status desa tidak bisa hanya mengandalkan dukungan anggaran dari pemerintah.
Melainkan juga inisiatif dan peran aktif dari pemerintah desa, lembaga dan warganya. Di sisi lain, Pemkab Kukar melalui DPMD tetap berperan aktif mendampingi dan membina desa agar naik status sesuai penilaian Indeks Desa Membangun (IDM).
IDM memuat sejumlah indikator utama yang menjadi acuan dalam penilaian status desa. Beberapa di antaranya meliputi ketersediaan infrastruktur, ketahanan pangan, akses dan kualitas pelayanan dasar, serta keakuratan data statistik. Penilaian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kesiapan desa dalam bertransformasi. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post