progreskaltim.id Data BPS Kalimantan Timur 2024 menunjukkan, sektor pertambangan masih menyumbang lebih dari 46 persen PDRB provinsi pada 2023. Ketergantungan yang besar terhadap industri ekstraktif membuat masyarakat di kawasan tambang rentan kehilangan sumber pendapatan ketika aktivitas pertambangan menurun.
Karena itu, pengembangan UMKM menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Meski demikian, pelaku usaha kecil tetap menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan modal, akses pasar, dan kapasitas manajerial.
Potret itu yang tergambar dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema penguatan UMKM di daerah terdampak tambang batubara. Forum yang diinisiasi Yayasan Mitra Hijau bersama Universitas Mulawarman itu berlangsung di Hotel Aston Samarinda, Jumat, 24 Oktober 2025.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar) ikut serta memetakan persoalan UMKM yang berada di kawasan pascatambang.
“FGD ini penting untuk memperkuat proses transisi ekonomi pascatambang di Kalimantan Timur,” terang Penggerak Swadaya Masyarakat DPMD Kukar Ahmad Irji’i, mewakili sang Kepala Dinas, Arianto, dikonfirmasi sejumlah awak media beberapa saat usai kegiatan.
Selain menelusuri tantangan yang dihadapi pelaku usaha, forum juga menggali peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Melalui diskusi lintas sektor, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas diharapkan mampu merumuskan strategi penguatan ekonomi lokal.
Apalagi, kata dia, Indonesia berkomitmen menjalankan transisi energi menuju sumber terbarukan untuk menekan emisi karbon dan mencapai target Net Zero Emission.
“Pergeseran itu membawa tantangan sosial dan ekonomi, terutama di daerah yang bertumpu pada sektor tambang seperti Kutai Kartanegara, Paser, dan Samarinda,” terangnya.
Karena itu, ia berharap, pasca diskusi ini, sejumlah rekomendasi nyata memperkuat UMKM sekaligus membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif nyata di Kaltim.
“Harapannya, ekosistem ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan dapat terbangun di wilayah terdampak tambang,” tutupnya. (*adv/dpmdkukar)
Discussion about this post