progreskaltim.id Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD) Kukar menargetkan melatih lebih banyak kader posyandu. Upaya ini sebagai salah satu intervensi menekan prevalensi stunting di Kukar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto menjelaskan pelatihan fokus pada pengetahuan dasar tentang gizi, pemantauan tumbuh kembang anak. Tak ketinggalan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak.
“Harapannya, lebih banyak kader terlatih. Mereka bisa mandiri dan mampu menjalankan tugas dengan baik,” kata Kepala DPMD Kukar, Arianto.
Upaya pembinaan dan pelatihan kader posyandu desa ini akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kukar.
Ini guna memastikan program-program dan materi fokus sehingga bisa beroperasi maksimal di lapangan.
Memang, diakui Arianto, terjadi rasionalisasi anggaran pelatihan kader posyandu ini. Namun, ia tetap berkomitmen program ini akan tetap maksimal.
“Kami akan terus fokus pada kualitas, bukan kuantitas,” tegas Arianto.
Sebagai informasi. Intervensi penanganan stunting di Kukar melibatkan lintas sektor. Baik dengan organisasi pemerintah pusat hingga daerah. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kukar menjadi salah satu OPD yang terlibat aktif menangani stunting di Kukar.
Kolaborasi ini berhasil menekan prevalensi stunting di Kukar pada tahun 2024 menunjukkan penurunan yang signifikan. Data Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Kukar turun dari 27,1% pada tahun 2022, menjadi 17,6% pada tahun 2023, dan selanjutnya turun lagi menjadi 14,6% pada tahun 2024. (pariwaradpmdkukar)

Discussion about this post