progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kembali mempercepat pelaksanaan Program Terang Kampongku sebagai upaya memastikan akses listrik merata di seluruh desa. Tahun ini, fokus diarahkan pada empat desa yang hingga kini belum menikmati pasokan listrik selama 24 jam penuh. Program tersebut menargetkan percepatan koneksi listrik yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan.
Program Terang Kampongku tidak hanya berfokus pada koneksi listrik, tetapi juga memastikan infrastruktur pendukung seperti panel, jaringan distribusi, dan fasilitas cadangan energi berada dalam kondisi optimal. Pendekatan ini dinilai penting agar desa tidak hanya tersambung listrik, tetapi juga memiliki pasokan yang stabil dan layak digunakan dalam kegiatan ekonomi maupun pelayanan publik.
Pemerintah daerah terus menjalin koordinasi dengan PLN dan perangkat desa untuk mempercepat penyelesaian teknis di lapangan. Ia menambahkan, beberapa kendala seperti akses geografis, jaringan distribusi, dan kebutuhan penguatan instalasi terus diinventarisasi sebagai bagian dari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.
Langkah percepatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat infrastruktur dasar desa, terutama wilayah yang selama ini masih bergantung pada sumber listrik terbatas atau berbasis pembangkit skala kecil. Dengan dukungan lintas instansi, program ini dirancang agar dapat menghilangkan ketimpangan energi antarwilayah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah menargetkan seluruh desa di Kukar sudah menikmati listrik penuh paling lambat pada Desember 2026.
“Percepatan ini penting sebagai fondasi pembangunan desa menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Arianto.
Empat desa yang masih membutuhkan percepatan penyambungan listrik tersebut adalah Lamin Pulut, Lamin Telihan, Sepatin, serta Desa Persiapan Tanjung Berukang. Desa-desa ini masih bergantung pada alokasi listrik terbatas yang tidak beroperasi penuh dalam satu hari. Kondisi ini memengaruhi pelayanan publik, aktivitas ekonomi, hingga ruang belajar masyarakat.
“Desa lainnya sudah mendapatkan pasokan listrik 24 jam,” jelas Arianto.(*adv/dpmdkukar)

Discussion about this post