progreskaltim.id Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025 kembali menjadi ruang pembuktian kreativitas desa dan kelurahan di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejak resmi dimulai pada 20 Oktober lalu, ajang ini menampilkan beragam terobosan yang memadukan potensi lokal dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah melalui proses penilaian, sebanyak sepuluh inovasi terbaik akhirnya ditetapkan sebagai pemenang pada Rabu, 19 November 2025, di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan kualitas karya yang ditampilkan. Ia menilai partisipasi aktif desa dan kelurahan dalam TTG menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap inovasi sebagai bagian dari strategi pembangunan lokal.
“Teknologi yang ditampilkan bukan hanya ide, tetapi solusi nyata yang lahir dari kebutuhan masyarakat,” ujar Arianto.
Ajang TTG tahun ini menyoroti keragaman gagasan yang dihadirkan peserta. Mulai dari teknologi pengolahan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan produk kearifan lokal, seluruh karya dinilai tidak hanya dari aspek desain teknis, tetapi juga dari manfaat, keberlanjutan, serta potensi penerapannya di masyarakat. Beberapa karya bahkan dipandang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa.
Sebagai bentuk penghargaan, para pemenang berhak mendapatkan uang pembinaan. Juara pertama menerima Rp12 juta, juara kedua memperoleh Rp7,5 juta, sementara posisi ketiga mendapatkan Rp5 juta. Selain itu, peserta terbaik juga akan mendapatkan pendampingan lanjutan untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Arianto menegaskan bahwa beberapa karya yang dinilai unggul akan mendapatkan pembinaan lanjutan secara teknis maupun kelembagaan. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkuat aspek produksi, pemasaran, dan standardisasi produk sebelum mewakili Kukar di tingkat provinsi.
“Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong inovasi desa berbasis potensi sumber daya lokal,” katanya.
Dengan berakhirnya penetapan pemenang TTG 2025, DPMD Kukar berharap inovasi tidak berhenti sebagai proyek sesaat, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan desa. Pemerintah daerah menargetkan agar inovasi desa dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang adaptif, mandiri, dan berbasis kebutuhan masyarakat. (*adv/dpmdkukar)

Discussion about this post