progreskaltim.id Plogging, kombinasi joging dan memungut sampah, kini digemari emak-emak di Samarinda. Aktivitas ini menyehatkan tubuh sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan. Sejak diperkenalkan oleh Erik Ahlström di Swedia pada 2016, plogging menjadi alternatif gaya hidup sehat bagi warga urban.
Bukti nyata, Minggu, 23 November 2025. Sekitar 40 peserta dari berbagai usia mengikuti Plogging di GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda. Hanya dalam 2 jam, 7,79 kilogram sampah berbagai jenis berhasil dikumpulkan para pelari.
Aksi plogging dalam rangka Festival Perempuan Pemimpin Ibu Profesional ini digagas Ibu Profesional Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat Mahulu, (IP Samkabar) bersama World Clean Up Day Kalimantan Timur.
Jalan sehat sambil memungut sampah ini dibagi dalam 2 kelompok. Satu kelompok menyusuri area jalur jogging di sekitar bundaran GOR. Kelompok lain bergerak di area UMKM GOR.
Sekretaris Regional IP Samkabar, Fitria Ikasari menjelaskan 7,79 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan hari itu. Terdiri, dari sampah anorganik seperti plastik kemasan, botol minum, sedotan; sampah B3 berupa puntung rokok; dan sampah organik berbahaya seperti tusukan lidi makanan.
Fitria, menyebut, gerakan sederhana membungkuk dan mengangkat sampah di dalam Plogging menjadi medium efektif meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesehatan. Warga diajak mengurangi polusi plastik dan mikroplastik, serta menumbuhkan budaya peduli kebersihan.
“Plogging, menjawab dua tantangan besar masyarakat urban: gaya hidup sedentari dan meningkatnya pencemaran lingkungan,” kata Fitria usai kegiatan.
Plogging juga dinilai mampu menstimulus warga dari berbagai lapisan usia berperilaku sehat sambil menjaga lingkugan.
“Anak-anak menjadi ‘detektif sampah’ yang teliti. Kehadiran mereka mendorong orang dewasa ikut terlibat,” ujarnya menceritakan salah satu pengalaman mengharukan aksi Plogging di Samarinda hari itu.
Tak sampai di situ. Animo peserta juga tak kalah luar biasanya. Beberapa peserta juga membawa poster edukatif bertuliskan “Hanya Sampah yang Suka Nyampah”, dan “Sampahmu adalah tanggung jawabmu” berhasil menarik perhatian warga. (*)
Penulis : S Laras Wulan
Editor : Nalendro P
Discussion about this post