progreskaltim.id Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menekankan pentingnya memperkuat kapasitas pendamping desa agar mampu menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Pendamping desa kini tidak hanya berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak program pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi lokal.
“Pembangunan desa sekarang menuntut inovasi. Pendamping harus memahami kondisi sosial dan potensi lokal agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” ujar Arianto baru-baru ini.
Agar semangat itu berkelanjutan, DPMD Kukar berkomitmen memperluas kerja sama dengan berbagai pihak meningkatkan kapasitas pendamping desa.
“Tujuannya adalah membentuk ekosistem pendamping desa yang tangguh, mandiri, dan relevan dalam menghadapi dinamika pembangunan,” tambahnya.
Terbaru, DPMD Kukar mengirimkan perwakilan pendamping desa mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Keluarga Desa Kategori Mandiri dan Produktif (KDKMP) 2025 di Samarinda, pada 27–30 Oktober 2025.
Pendamping desa dan kelurahan Kukar yang karib disapa Pendekar Idaman Terbaik ini menjadi garda terdepan memperkuat pelaksanaan program-program prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di desa.
Pelatihan yang digelar Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten di Kalimantan Timur, termasuk Kutai Kartanegara.
Selama pelatihan, peserta dibekali materi mengenai perencanaan partisipatif, pengembangan potensi ekonomi lokal, strategi pemberdayaan berbasis masyarakat, serta keterampilan komunikasi sosial. Kompetensi ini dianggap penting agar pembangunan desa tidak hanya berhenti pada urusan administratif, tetapi menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin seluruh pendamping di Kukar menjadi ujung tombak dalam membangun desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (adv/dpmdkukar)
Discussion about this post