progreskaltim.id Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, mengapresiasi keberhasilan pengerjaan pengukuran dan penimbangan serentak yang dilaksanakan selama empat minggu pada bulan Juni di Kecamatan Loa Kulu.
Seluruh proses pengukuran dan penimbangan di wilayah ini berjalan lancar dan melibatkan seluruh komponen terkait. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk memastikan keakuratan dan kevalidan data.
“Data yang akurat sangat penting bagi kami. Kami harus memastikan bahwa semua informasi yang kami miliki benar-benar valid dan tidak ada yang terlewatkan,” ungkap Bupati Edi Damansyah setelah meresmikan Posyandu Edelweiss di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu. Acara tersebut juga diisi dengan kegiatan pemberian makan telur dan minum susu sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik dalam kampanye Pencegahan Stunting.
Dari hasil pengukuran serentak di Kecamatan Loa Kulu, tercatat sebanyak 3.502 bayi dan balita yang terlibat.
Di Desa Jembayan, sejumlah 429 anak (sekitar 12,25% dari total) telah diukur dan ditimbang, dengan proses ini berhasil diselesaikan pada bulan Juni lalu.
“Keakuratan data sangat penting agar kami dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam tindakan penanganan yang diperlukan,” tambahnya.
Edi Damansyah juga mengajak para kader Posyandu untuk tetap aktif menjalankan kegiatan rutin setiap bulan. Bersama Ketua TP PKK dan instansi terkait lainnya, beliau terus memantau dan mendukung program revitalisasi Posyandu.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi kader Posyandu dalam menjalankan tugas mereka dengan baik, sambil menggarisbawahi pentingnya untuk terus melakukan optimalisasi melalui program revitalisasi yang sedang berlangsung.
Pemkab Kukar dalam upaya revitalisasi Posyandu tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga memberikan insentif operasional bagi kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi, meskipun penghargaan ini dianggap masih perlu ditingkatkan.
Edi berharap agar kader Posyandu didampingi oleh dinas Kesehatan, TP PKK, Tim Pendamping Keluarga, PLKB, dan instansi terkait lainnya untuk aktif terlibat setiap hari dalam menangani masalah stunting, termasuk dengan pemberian makanan tambahan bagi bayi dan balita.
“Saya mengharapkan dukungan penuh dari seluruh pihak, termasuk kader Posyandu, Camat, Kepala Desa, Ketua RT, dan tokoh masyarakat dalam upaya penanganan stunting selama dua bulan ke depan. Hal ini sangat berpengaruh bagi perkembangan optimal anak-anak di Kutai Kartanegara,” ujar Edi Damansyah.
“Gerakan ini dilakukan secara nasional dan konsisten di Kutai Kartanegara, sesuai dengan kebutuhan Kukar. Kami ingin memastikan generasi anak-anak di daerah ini tumbuh cerdas, pintar, dan bahagia,” tambahnya (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post