Agrowisata Berbasis Perkebunan Semangka di Muara Muntai

progreskaltim.id Salah satu daya tarik Kecamatan Muara Muntai di Kabupaten Kutai Kartanegara adalah kebun buah semangka. Selain potensial menghasilkan cuan, komoditas ini juga berpotensi menarik minat pengunjung sebagai daya tarik wisata lokal. 

Melihat potensi tersebut, Camat Muara Muntai, Mulyadi merasa perlu menyiapkan langkah strategis mengembangan potensi wisata berbasis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). 

BacaJuga

Oleh karena itu, ia merasa perlu adanya keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk keberhasilan pengembangan.

“Pariwisata dan UMKM kita sebenarnya punya potensi besar. Tinggal bagaimana nanti kita bisa berkolaborasi dengan OPD-OPD terkait dalam rangka pengembangan tempat-tempat wisata yang ada,” ujarnya Mei  2025. 

Baginya, dukungan pemerintah dalam bentuk infrastruktur menuju perkebunan penting agar promosi wisata semakin memadai. 

“Kalau infrastruktur jalan, sarana transportasi, dan promosi bisa berjalan baik, tentu potensi ini akan lebih optimal,” imbuh Mulyadi.

Sementara itu tidak semua desa di wilayahnya memiliki lahan yang cocok untuk pertanian intensif. Misalnya, desa Perian dan Muara Leka yang terletak di dataran tinggi dianggap relatif aman dan potensial untuk pengembangan pertanian, sementara desa-desa lainnya yang berada di tepi sungai atau danau memiliki risiko tergenang saat musim hujan.

“Kondisi alam harus menjadi pertimbangan utama agar program pengembangan sektor pertanian dan perkebunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Mulyadi.

Dengan pendekatan yang menyeluruh dan sinergi antar sektor, Camat Muara Muntai optimis wilayahnya bisa menjadi salah satu kecamatan unggulan yang mampu mengangkat potensi lokal yang beragam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Pengembangan Pertanian Perkebunan Berkelanjutan

Selain pengembangan pariwisata, Mulyadi juga menyoroti kondisi geografis yang menjadi faktor penentu dalam pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di Muara Muntai.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua desa di wilayahnya memiliki lahan yang cocok untuk pertanian intensif. Misalnya, desa Perian dan Muara Leka yang terletak di dataran tinggi dianggap relatif aman dan potensial untuk pengembangan pertanian, sementara desa-desa lainnya yang berada di tepi sungai atau danau memiliki risiko tergenang saat musim hujan.

“Kondisi alam harus menjadi pertimbangan utama agar program pengembangan sektor pertanian dan perkebunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” kata Mulyadi.

Dengan pendekatan yang menyeluruh dan sinergi antar sektor, Camat Muara Muntai optimis wilayahnya bisa menjadi salah satu kecamatan unggulan yang mampu mengangkat potensi lokal yang beragam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.(ADV/Diskominfo Kukar)

 

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10