progreskaltim.id Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang mulai menghadirkan teknologi modern dalam dunia pertanian untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor ini. Melalui penerapan sistem digital, pertanian kini dikembangkan sebagai bidang yang efisien, produktif, dan bernilai ekonomi tinggi, sejalan dengan gaya hidup dan semangat wirausaha anak muda.
Camat Tenggarong Seberang, Tego Yuwono, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat regenerasi petani di Kutai Kartanegara. Teknologi, menurutnya, dapat mengubah persepsi lama bahwa pertanian identik dengan kerja fisik berat dan penghasilan yang tidak menentu.
“Banyak anak muda belum melihat pertanian sebagai bidang yang menjanjikan. Padahal dengan penerapan teknologi digital seperti pertanian presisi, IoT, dan aplikasi agritech, sektor ini bisa sangat menguntungkan,” ujarnya, Selasa, 25 Maret 2025.
Beragam inovasi mulai diterapkan, mulai dari penggunaan drone untuk pemetaan lahan dan penyemprotan pupuk, hingga sensor tanah berbasis IoT dan sistem irigasi otomatis yang dapat dikendalikan melalui aplikasi. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menarik minat generasi muda untuk melihat pertanian sebagai peluang usaha berbasis data dan teknologi.
Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang juga tengah menyiapkan program inkubasi pertanian digital. Melalui pelatihan, peserta muda diajak memahami cara mengelola lahan secara modern, memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan hasil panen, serta mengembangkan produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi.
Untuk memperkuat ekosistem pertanian digital, pemerintah bekerja sama dengan universitas, startup agritech, dan komunitas petani modern. Kolaborasi ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka akses modal dan jaringan pasar bagi petani muda.
Tego menambahkan, regenerasi petani tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menumbuhkan pola pikir kewirausahaan. Pemerintah berupaya menghubungkan petani muda dengan sumber pendanaan, baik dari bantuan pemerintah, perbankan syariah, maupun investor lokal.
“Harapannya, mereka tidak hanya bertani, tetapi juga membangun usaha berbasis pertanian yang berkelanjutan,” kata Tego.
Pemerintah optimistis penerapan teknologi digital akan melahirkan petani muda yang lebih adaptif dan inovatif. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak pertanian modern di Kukar, yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global.
“Pertanian kini bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi industri yang bisa menjadi masa depan ekonomi lokal. Kami ingin menjadikannya sektor yang menarik dan menjanjikan bagi generasi muda,” pungkasnya. (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post