progreskaltim.id Kondisi jalan utama di Desa Sebulu Modern, Kabupaten Kutai Kartanegara, semakin memprihatinkan dan terus menghambat aktivitas masyarakat. Kerusakan yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir membuat akses transportasi menjadi lambat dan berisiko, terutama saat musim hujan ketika badan jalan berubah menjadi licin dan berlubang.
Usulan perbaikan jalan sebenarnya telah diajukan pemerintah desa sejak tahun 2020 kepada pemerintah kabupaten maupun provinsi. Namun, hingga kini belum ada tanggapan konkret ataupun langkah penanganan yang signifikan, sehingga masyarakat terus menghadapi kesulitan yang sama setiap hari.
Kepala Desa Sebulu Modern, Joemadin, menegaskan bahwa kondisi ini memberikan dampak luas bagi sektor ekonomi desa. Kerusakan jalan berdampak besar terhadap petani yang kesulitan mengangkut hasil panen
“Karena jalan utama bukan wewenang desa, kami hanya bisa memperbaiki jalan lingkungan. Sementara itu, untuk jalan utama, kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten atau provinsi,” jelas Joemadin.
Pemerintah desa menyebut bahwa kerusakan jalan semakin parah akibat intensitas kendaraan angkut serta drainase yang tidak berfungsi maksimal. Dengan kondisi tersebut, perbaikan menyeluruh menjadi satu-satunya solusi agar aktivitas warga kembali normal.
Joemadin menekankan bahwa pihaknya telah berulang kali mengirimkan laporan kerusakan beserta dokumentasi pendukung ke instansi terkait. Namun, hingga kini balasan yang diterima hanya berupa tanggapan administratif tanpa kejelasan tindak lanjut di lapangan.
“Kami sudah berupaya mengajukan usulan melalui berbagai forum, termasuk Musrenbangdes dan Musrenbang Kecamatan, tapi belum ada realisasi,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran desa, pemerintah desa hanya mampu melakukan perbaikan darurat seperti penimbunan sementara pada titik-titik yang paling parah. Upaya ini tidak bertahan lama karena konstruksi jalan membutuhkan penanganan teknis yang lebih besar.
Warga berharap pemerintah kabupaten dan provinsi dapat segera menurunkan tim survei untuk menilai kondisi jalan secara langsung. Penanganan yang cepat dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi jalan semakin memburuk dan membahayakan keselamatan pengguna.
“Warga berharap ada percepatan dari pemerintah daerah agar berbagai infrastruktur yang diusulkan bisa segera terealisasi,” katanya.
Melalui desakan kolektif ini, pemerintah desa berharap perbaikan jalan dapat masuk dalam prioritas anggaran pembangunan daerah tahun mendatang. Infrastruktur yang layak dipandang sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mendukung pemerataan pembangunan di Desa Sebulu Modern. (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post