progreskaltim.id Dinas Perhubungan Kabupaten Mahakam Ulu (Dishub Mahulu) terus meminimalisir kecelakanan di jalur transportasi air (Laka Air). Upaya ini penting sebab, mayoritas penduduk di Tana’a Urip Kerimaan – sebutan Mahulu masih mengandalkan jalur transportasi sungai. Mitigasi bencana terus diperkuat.
Pada tahun 2024 ini, Dishub Mahulu telah menganggarkan rambu-rambu tanda kerawanan di sejumlah titik rawan di Sungai Mahakam.
Selain itu, sejumlah pos-pos pengawasan dan pemantauan lalu lintas sungai juga dioptimalkan tahun ini.
Upaya itu, diperkuat dengan peluncuran aplikasi pendataan digital kendaraan di jalur sungai untuk pemantauan dan pengawasan armada transportasi sungai yang beroperasi di Mahulu.
Aplikasi itu juga akan memberikan kemudahan untuk memantau jika sewaktu-waktu terjadi musibah di jalan.
Kepala Dishub Mahulu, Fransiskus Xaverius Lawing menyebut, aplikasi ini akan digunakan bertahap mulai dari jalur hulu ke hilir. Utamanya, sepanjang jalur Sungai Mahakam di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.
Di kedua jalur itu, dikenal memiliki aliran sungai yang cukup rawan. Sebab, terdapat belasan Jeram-jeram ganas yang rawan kecelakaan air.
“Jadi tidak manual lagi, jadi manifesnya itu akan terekam. Apabila suatu saat nanti kendaraan mengalami musibah itu sudah terekam secara digital oleh kita,” ucap Kadishub Mahulu, Fransiskus Xaverius Lawing.
Tak sampai di situ, Dishub Mahulu juga rutin melakukan pengawasan penggunaan jaket keselamatan bagi penumpang transportasi sungai.
Pengawasan mengenai penggunaan life jaket dan jumlah barang yang akan dibawa akan lebih mudah untuk didata. (pariwara/dishubmahulu)

Discussion about this post