progreskaltim.id Banjir besar yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu memang parah. Banjir kali ini diklaim terparah di bandingkan banjir 2005 lalu. Banjir yang berlangsung sejak 13-17 Mei 2024 ini mencapai ketinggian lebih dari 3 meter. Sedikitnya, 38 dari 50 kampung di Mahulu terendam air bah.
Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah. Sedikitnya 38 dari 50 kampung diterjang air bah. Puluhan ribu warga menjadi korban. Butuh dukungan logistik yang besar untuk memulihkan kerusakan materiil yang dialami warga dan pemerintah.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sangat membutuhkan solidaritas dan gotong royong warga untuk memulihkan kehidupan seperti sedia kala.
Demikian disampaikan Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh ketika menerima Kunjungan Kerja (Kunker) Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo beserta Ketua Persit Daerah VI Mulawarman (Mlw) dan Komandan Korem (Danrem) 091 Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen Anggara Sitompul beserta Ketua Persit Koorcab 091, serta Asops Kasdam VI/Mulawarman.
Hari itu, Rabu, 22 Mei 2024, delegasi meninjau dan menyerahkan bantuan sosial kepada korban banjir di Kabupaten Mahulu.
“Jadi kita ini masih perlu bantuan uluran tangan selama pemulihan 1 bulan ke depan, tentu Target saya 1 bulan setelah pasca bencana ini kehidupan harus bisa kembali normal,” ungkap Bupati Bonifasius ketika mendampingi.
Bupati berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kodam VI Mulawarman. Menurutnya, dukungan ini sangat bermanfaat. Mengingat puluhan ribu warganya menjadi korban.
Dalam kesempatan itu, bupati melaporkan, masih terus menggalang dukungan untuk bantuan korban banjir.
Sebab, logistik yang tersedia saat itu belum mencukupi untuk dibagikan per kepala keluarga apalagi perorangan.
Meski demikian, bupati tak patah arang. Dalam setiap kunjungan ke kampung-kampung terdampak banjir, ia selalu memberi semangat dan dukungan logistik. Termasuk juga dana gotong royong untuk pemulihan kegiatan di kampung-kampung. (adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post