Cara Mahulu Mencegah Kelaparan dan Mandiri Pangan

progreskaltim.id Krisis pangan akibat perang, bencana dan gagal panen menjadi ancaman serius terhadap ketahanan pangan suatu bangsa. Oleh karena itu dibutuhkan program ketahanan pangan yang berkelanjutan yang dapat mengangkat kesejahteraan para petani.

Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) telah memulainya. Salah satu inisiatif yang didorong sejak tiga tahun terakhir adalah ladang menetap 10 hektare per kampung.

BacaJuga

Targetnya, seluruh kampung menjalankan program ini dengan harapan warga kampung tak lagi bisa mencukupi beras hasil produksi sendiri.

“Program ladang menetap 10 hektare per kampung agar ketahanan pangan kita tercapai. Intinya, jangan sampai masyarakat kita kelaparan,” terang Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh ketika temu wicara bersama kelompok tani dan petinggi se-Kecamatan Long Pahangai di pondok ladang lahan kering 10 HA Kampung Datah Naha. Jumat 6 Oktober 2023.

Program Ladang Menetap 10 Hektare per kampung ini bupati nilai cocok diterapkan dengan kultur pertanian padi ladang yang sudah dijalankan turun temurun di Mahulu.

Bedanya, di era modern ini, pemerintah mengkombinasikan pola perladangan padi gunung ini dengan sentuhan teknologi pertanian modern.

Di bagian hulu, para petani padi ladang diajak mengurangi praktik berladang berpindah atau gilir balik. Di masa lalu, ada keyakinan di kalangan petani, ladang yang dibuka dengan cara dibersihkan kayu dan tumbuhan lain dengan cara dibakar akan meningkatkan kesuburan lahan.

Di era modern, praktek ini dinilai kurang efektif dan efisien. Sebab, biaya membuka lahan cukup besar. Termasuk belum ada jaminan, lahan baru yang dibuka dengan cara dibakar cukup subur.

“Pertanian menetap membutuhkan pengolahan lahan yang baik dengan pemberian pupuk agar lahan tetap subur,” ujar Bupati Bonifasius.

Bupati Bonifasius yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mahulu juga mengungkapkan pentingnya peran pemeliharaan dan penanganan hama. Dan, yang tak kalah penting adalah dukungan dari Pemkab Mahulu bersama para petani.

“Ini butuh kerjasama dari semua pihak baik itu bapak ibu sebagai petani maupun dari Pemkab, karena program pertanian ini bukanlah hal yang sepele sebenarnya permasalahannya sangat kompleks maka butuh kolaborasi kerjasama kita semua,” tutupnya. (advprokopimmahulu)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10