progreskaltim.id Dinas Perhubungan Kabupaten Mahulu (Dishub Mahlu) membuat Kajian Potensi Penumpang Transportasi Udara pada Airstripter Bandara Ujoh Bilang. Laporan akhir kajian yang bekerja sama dengan LPPM Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang itu dipresentasikan, Kamis, 28 November 2024 di Ujoh Bilang.
Kepala Dinas Perhubungan Mahulu, Fransiskus Xaverius Lawing menyambut baik kajian tersebut. Menurutnya, hasil studi itu sangat penting guna menganalisis potensi penumpang di bandara yang terletak di ibu kota kabupaten Mahulu ini.
Pria yang akrab disapa Frans ini bilang, kajian ini menjadi salah satu persyaratan dan pertimbangan bagi Pemerintah pemerintah pusat untuk mengajukan skema subsidi penerbangan perintis di masa depan.
“Kajian ini akan jadi pertimbangan kelayakan bagi maskapai untuk pengembangan di Bandara Ujoh Bilang,” ujar Frans diwawancarai usai presentasi, Kamis, 28 November 2024.
Salah satu kajian yang dibuat LPPM ITN Malang adalah mengukur persepsi dan preferensi peralihan moda transportasi utama, yakni sungai dan darat ke pesawat di Bandara Ujoh Bilang. Survei dilakukan di masyarakat di 5 kecamatan di Mahulu. Kajian tersebut akan terus disempurnakan.
Berdasarkan nilai rata-rata survey warga di lima kecamatan, menyebut, 85,4 persen warga di lima kecamatan di Mahulu mengatakan ‘Iya’ untuk beralih dari transportasi utama sebelumnya – darat dan sungai ke pesawat di Bandara Ujoh Bilang.
Sementara, survei persepsi menunjukkan, 77 persen warga di lima kecamatan akan beralih menggunakan pesawat karena efisiensi waktu.
“Dishub Mahulu sangat antusias menjalankan tugasnya mengejar kemajuan bandara untuk kemajuan masyarakat,” tutup Frans. (pariwara/dishubmahulu)

Discussion about this post