DPMD Kukar Tempatkan Mahasiswa KKN di Desa Berkembang untuk Dorong Percepatan Pembangunan

progreskaltim.id Penempatan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dilakukan secara selektif. Langkah ini menyesuaikan dengan hasil Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 untuk memastikan program benar-benar menyasar desa-desa yang membutuhkan intervensi pembangunan tambahan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menjelaskan, fokus penempatan diarahkan ke desa dengan status berkembang. “KKN bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata untuk memperkuat kapasitas desa. Karena itu, kami ingin mahasiswa hadir di lokasi yang benar-benar membutuhkan pendampingan,” ujarnya, Senin, 14 Juli 2025.

BacaJuga

Sebanyak 1.080 mahasiswa Unmul dijadwalkan melaksanakan KKN di Kukar, tersebar di 20 kecamatan. Mereka merupakan bagian dari 3.428 mahasiswa yang mengikuti KKN di seluruh Kalimantan Timur. Pelaksanaan kegiatan dimulai pertengahan Juli dan akan berlangsung hingga 28 Agustus 2025.

Elvandar menambahkan, KKN tahun ini mengusung empat tema utama, yakni Program Kampung Iklim (Proklim), Generasi Sehat, Masyarakat Hukum Adat, dan Perhutanan Sosial. Keempat tema tersebut disusun agar mahasiswa dapat berperan langsung dalam mengatasi persoalan spesifik di masing-masing wilayah.

Selain mendukung peningkatan status desa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi sistem pengukuran baru bernama Indeks Desa, yang akan diberlakukan mulai 2026. Indeks tersebut akan memiliki indikator pembangunan yang lebih komprehensif sehingga memerlukan strategi pembangunan yang lebih terarah sejak dini.

“Penempatan mahasiswa di desa berkembang diharapkan dapat membantu percepatan peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan lingkungan. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa melalui kegiatan yang aplikatif,” kata Elvandar.

Sebagai bentuk dukungan, DPMD Kukar akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kepala desa dan lurah agar dapat memfasilitasi pelaksanaan KKN. Ia menyebut surat tersebut telah melalui revisi akhir dan akan segera dikirimkan.

Lebih lanjut, Elvandar berharap kegiatan KKN 2025 tak berhenti pada tataran seremonial, melainkan meninggalkan jejak program yang berkelanjutan. “Mahasiswa kami dorong untuk merancang kegiatan yang berorientasi pada hasil. Program yang baik tidak hanya selesai saat KKN berakhir, tetapi terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan. “Kami optimistis, dengan pendekatan tematik dan berbasis data IDM, kegiatan KKN tahun ini dapat memberi dampak langsung bagi peningkatan status desa di Kukar,” pungkasnya. (adv/dpmdkukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10