DPMD Kukar Tuntaskan Pembentukan Koperasi sebagai Fondasi Ekonomi Desa

progreskaltim.id Seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini telah menuntaskan pembentukan Koperasi Merah Putih Desa, mulai dari penyusunan struktur organisasi hingga pengurusan legalitas badan hukum. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan sistem ekonomi lokal yang berbasis pada komunitas desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil dari kerja bersama antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan pendamping lapangan yang konsisten mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Koperasi ini bukan sekadar wadah, tetapi instrumen nyata untuk memperkuat basis ekonomi rakyat di tingkat desa,” ujarnya, Kamis, 10 Juli 2025.

BacaJuga

Meski seluruh proses administrasi dan legalitas telah rampung, peluncuran resmi Koperasi Merah Putih Desa mengalami penyesuaian jadwal. Semula direncanakan berlangsung pada hari Sabtu, 12 Juli 2025, acara itu kini digeser menjadi hari Sabtu 19 Juli 2025 di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak.

Perubahan tersebut, kata Arianto, disepakati bersama antara DPMD Kukar dan Dinas Koperasi dan UKM (Diskopukm) Kukar agar peluncuran bisa dilakukan secara serentak dengan wilayah lain yang juga tengah menyelesaikan tahapan legalisasi koperasi. “Kami ingin momen peluncuran ini selaras dengan kesiapan semua desa, sehingga pelaksanaannya bisa serentak dan lebih bermakna,” ucapnya.

Desa Tanah Datar dipilih sebagai lokasi peluncuran karena dinilai berhasil menunjukkan kesiapan administrasi dan kelembagaan yang kuat. Meskipun bukan yang pertama menggelar musyawarah desa (Musdes), Tanah Datar menjadi desa pertama di Kalimantan Timur yang memperoleh legalitas badan hukum koperasi.

“Ini membuktikan keseriusan pemerintah desa dalam memperkuat tata kelola ekonomi di wilayahnya,” kata Arianto menambahkan.

Ia juga menjelaskan, semula peluncuran Koperasi Merah Putih Desa dirancang bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional. Namun, penyesuaian jadwal dilakukan agar momentum ini dapat berlangsung bersama dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

Menurut Arianto, pembentukan koperasi di seluruh desa bukan sekadar pemenuhan target administratif, melainkan bagian dari upaya strategis membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. “Kami berharap koperasi ini benar-benar menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kesejahteraan warga, sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pemerintah desa. Dukungan yang solid, kata dia, menjadi kunci agar koperasi dapat tumbuh dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

“Kerja sama dan komitmen semua pihak menjadi modal besar untuk memastikan koperasi desa ini tidak berhenti di tataran administrasi, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” pungkas Arianto. (adv/dpmdkukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10