progreskaltim.id Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Pemkab Mahakam Ulu menggelar upacara di alun-alun Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Jumat, 10 November 2023. Mengusung tema “Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan”, inspektur upacara tersebut adalah Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun.
Upacara tersebut diikuti sejumah kalangan. Beberapa di antaranya yakni Wakil Polres Mahulu, Kompol Mochamad Rezsa Adiatulloh; Wakil Ketua I DPRD Mahulu, Tiopilus Hanye; Komandan Koramil Long Bagun, Kapten Infantri Rahman Sahanung; serta kalangan pelajar dari tingkat menengah pertama hingga atas.
Dalam sambutan, Wabup Avun membacakan amanat Menteri Sosial, Tri Rismaharini. Amanat tersebut menjelaskan mengenai tema Hari Pahlawan tahun ini. Pemilihan tema disebut telah melalui perenungan yang mendalam untuk menjawab ancaman penjajahan modern yang kian nyata.
Penjajahan ini disebabkan Indonesia telah menjadi pasar yang besar dan dikaruniai banyak sumber daya alam seperti tanah yang subur, hasil laut yang melimpah, kandungan bumi yang menyimpan beragam mineral.
“Saat ini, semangat memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan dapat dilihat dan dirasakan di seluruh pelosok negeri. Semangat yang membawa kita menolak kalah dan menyerah pada keadaan. Menyatukan kita dalam upaya mewujudkan kehidupan kebangsaan yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” beber Avun.
Di samping itu, ia berharap, peringatan Hari Pahlawan dapat menjadi momen menurunkan angka kemiskinan di Mahulu. Angka kemiskinan di kabupaten ini dilaporkan masih tinggi.
Nilainya mencapai 11,90 persen. Untuk menurunkan angka tersebut, ujar Avun, semua pihak terutama organisasi perangkat daerah harus bahu-membahu dan saling mendorong mengentaskan kemiskinan.
Dalam upacara tersebut, Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Mahulu, Susana Djiu Hong, membacakan pesan dari Pahlawan Nasional Supriyadi. Penggalan pesan tersebut berbunyi, “kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi” pungkasnya. (Adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post