progreskaltim.id Dinas Perhubungan Mahakam Ulu (Dishub Mahulu) sedang mempersiapkan berbagai perizinan operasional Bandara Ujoh Bilang. Langkah ini sebagai bagian simultan guna mempercepat bandara di pusat ibu kota kabupaten ini segera beroperasi.
“Di bidang Sarpras, kami sedang menyiapkan Registrasi Bandar Udara (RBU) di tahap kedua, selanjutnya, kita siapkan Sertifikat Bandara Udara (SBU) setelah selesai tahap pertama,” terang Kepala Dinas Perhubungan Mahulu, Fransiskus Xaverius Lawing, kepada progreskaltim.id 28 November 2024.
Selain itu, Dishub Mahulu juga sudah menyerahkan sejumlah dokumen dan background study kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) dan Kementerian Perhubungan.
Dokumen ini, nantinya menjadi bagian untuk penyusunan kajian teknokraktik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Jika pembangunan Bandara Ujoh Bilang disetujui masuk ke dalam RPJMN dan Rencana Strategis Pemerintah, maka rencana pembangunan Bandara Ujoh Bilang akan semakin lapang.
“Yang jelas, tugas Dishub Mahulu mengenai proses dan persyaratan di kementerian sudah siap semua. Begitu selesai, (bandara-red) tinggal kita operasikan,” terangnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2024 ini, Pemerintah Kabupaten Mahulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sedang membangun airstrip atau landasan pacu Bandara Ujoh Bilang.
“Kami membangun runway Bandara Ujoh Bilang sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mahulu, Didik Subgja dikonfimrasi terpisah November 2024.
Pekerjaan membangun bandara di pusat ibu kota Mahulu ini terbilang berat. Harus membangun dari nol. Ada tiga jenis pekerjaan dan struktur. Pertama, pekerjaan penyiapan lahan mulai pekerjaan pembersihan, pembentukan, galian, sampai timbunan material.
Pekerjaan kedua setelah lahan siap yakni pembangunan runway atau landasan pacu bandara. Diiringi pekerjaan pembangunan taxiway berukuran 89,5 meter dan 15 meter, fillet taxiway seluas 145 meter persegi, serta apron dengan ukuran 62 meter x 70 meter. Pekerjaan ketiga adalah konstruksi landasan.
Panjang runway yang dibangun pada 2024 ini merupakan bagian pengembangan bertahap pembangunan landasan pacu hingga akhirnya memiliki panjang 2.600 meter. Ukuran runway sesuai perencanaan tahap I itu mampu didarati pesawat jenis ATR72 seri 500/600 dengan kapasitas 70-an penumpang. Sementara di tahap II, bisa dilandasi pesawat jenis Bombardier CJ1000 dan Boeing 737/Airbus A320 berkapasitas maksimal 194 penumpang
Dari informasi yang Didik terima per 10 November 2024, progres pengerjaan airstrip Bandara Ujoh Bilang mencapai 73,17 persen. Sesuai kontrak, pekerjaan ditarget akhir Desember 2024. (pariwara/dishubmahulu)

Discussion about this post