progreskaltim.id Banjir besar yang melanda Kabupaten Mahulu (Mahulu) pada Mei 2024 lalu memang dahsyat. Sedikitnya, 38 dari 50 kampung di Tana’a Urip Kerimaan termasuk ibu kota Ujoh Bilang diterjang air bah dengan tinggi bervariasi mulai 3 meter sampai 5 meter. Meski demikian, Dinas Perhubungan Mahulu meyakinkan, luapan banjir tidak akan menerjang Bandara Ujoh Bilang. Sejumlah langkah strategis dijalankan.
Kepala Dinas Perhubungan Mahulu, Fransiskus Xaverius Lawing menjelaskan, isu banjir besar itu sempat ditanyakan dalam sebuah rapat nasional beberapa waktu lalu. Rapat itu dihadiri seluruh kabupaten kota, Bappenas, Bappeda Provinsi Kaltim, Dinas Perhubungan Kaltim dan Dinas Perhubungan Mahulu.
“Di dalam rapat tersebut, kita diminta menjelaskan dan memaparakan tentang apa saja masalah dan isu terkait banjir,” terang Frans sapaan karibnya kepada progreskaltim.id November 2024.
Frans menjelaskan, saat banjir melanda, pihaknya langsung meninjau lokasi Bandara Ujoh Bilang. Dari hasil tinjauan tersebut, Frans menyebut, titik maksimal banjir masih jauh di bawah titik rata-rata dalam Detail Enginering Design (DED) Bandara Ujoh Bilang.
Meski demikian, sebagai langkah mitigasi bencana di masa depan, Kementerian Perhubungan menganjurkan berbagai langkah strategis. Mengingat, sambung Frans, di sebagian lokasi Bandara Ujoh Bilang dibelah dua aliran anak Sungai Mahakam. Yakni, Sungai Kelukup dan Sap.
“Rekemendasi Kemenhub, tidak menganjutkan pembangunan Box Culvert, tetapi pengalihan sungai,” terang Frans.
Dishub Mahulu tanggap atas rekomendasi tersebut. Mereka langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai IV Kalimantan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat. Persetujuan pengalihan aliran dua anak sungai itu keluar tahun 2024 ini. Pekerjaan pengalihan anak sungai akan dilakukan pada 2025 mendatang.
“Setelah selesai pengalihan sungai, kami menjamin, tidak ada lagi sungai yang melintas di Bandara Ujoh Bilang,” tegas Frans. “Kami pastikan ambang air tidak melintasi bandara. Kami pastikan Bandara Ujoh Bilang tidak kebanjiran,” sambungnya. (adv/dishubmahulu)

Discussion about this post