Loa Duri Ulu Siapkan Sistem Pelayanan Satu Pintu untuk Posyandu Mulai 2026

progreskaltim.id Upaya Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, dalam memperkuat kualitas layanan dasar bagi warganya memasuki tahap penting melalui pelatihan kader Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ikhtiar ini mendapat dukungan penuh Dinas Pemberdayaan Pemerintah Masyarakat dan Desa (DMPD) Kukar.

Dengan cakupan wilayah yang terdiri atas 19 RT dan 5 dusun, pemerintah desa berupaya memastikan seluruh unit layanan masyarakat memiliki sumber daya manusia yang kompeten dan memahami prosedur layanan yang lebih terintegrasi.

BacaJuga

Pelatihan yang dilaksanakan pada akhir September 2025 itu menghimpun 61 kader dari 9 Posyandu, 1 Posbindu, dan 1 Posyandu Remaja. Mereka memperoleh pembekalan mengenai tugas, peran, dan tata kelola layanan sesuai standar terbaru. Pemerintah desa menghadirkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Loa Duri Ulu untuk memberikan materi serta memastikan para kader memahami alur pelayanan satu pintu yang akan diterapkan mulai tahun depan.

Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menjelaskan bahwa penyusunan pelatihan ini merupakan bagian dari persiapan implementasi sistem layanan terpadu di seluruh Posyandu. Menurut dia, enam SPM tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga meliputi unsur pendidikan, lingkungan, hingga ketertiban masyarakat.

“Sekarang Posyandu sudah satu pintu. Semua pelayanannya, enam SPM itu, ada pendidikan, ada lingkungan, lengkap enam kategorinya. Intinya, pelatihan ini disiapkan karena tahun depan semua Posyandu sudah menerapkan program 6 SPM,” jelas Arsyad, Senin, 13 Oktober 2025.

Keikutsertaan para kader dari seluruh wilayah desa diharapkan membuat penyelenggaraan layanan lebih merata dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Pemerintah desa menilai bahwa penguatan kapasitas kader merupakan langkah strategis agar pelayanan yang terintegrasi dapat dijalankan secara konsisten.

Arsyad menambahkan bahwa peningkatan kualitas Posyandu bukan hanya berimbas pada perbaikan layanan kesehatan, tetapi juga menyangkut sektor lain yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga. Melalui pelatihan ini, Pemdes Loa Duri Ulu ingin memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan hingga ke tingkat rumah tangga.

“Jadi nanti bukan hanya pelayanan kesehatan saja, tapi juga menyentuh sektor lain seperti lingkungan, ketertiban umum, dan pendidikan,” tutupnya.

Dengan pelaksanaan pelatihan ini, pemerintah desa menegaskan komitmennya memperluas cakupan layanan dasar berbasis SPM dan mempersiapkan Posyandu sebagai pusat layanan terpadu yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (adv/dpmdkukar)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10