progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor pada Selasa, 28 Mei 2024, di Ruang Rapat Kantor Bupati. Rapat ini membahas berbagai langkah penanganan pasca bencana dan dipimpin langsung oleh Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, dengan dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta jajaran TNI/Polri.
Dalam rapat tersebut, Bupati Bonifasius menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari evaluasi masa tanggap darurat bencana di Kabupaten Mahulu yang berlangsung selama 14 hari sejak 14 Mei 2024 hingga 27 Mei 2024. Evaluasi ini akan menentukan langkah penanganan selanjutnya dalam fase pemulihan dan rekonstruksi pasca banjir dan tanah longsor.
“Selanjutnya kita akan terbitkan Surat Keputusan (SK) ke masa transisi pasca banjir,” kata bupati.
Bupati menjelaskan bahwa fase pemulihan ini ditandai dengan aktivitas masyarakat yang mulai kembali normal. “Berarti kita sudah masuk masa keadaan normal,” ungkapnya.
Bupati Bonifasius juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, TNI/Polri, organisasi, dan donatur yang telah membantu korban banjir di Mahulu. Bantuan logistik dan solidaritas yang terjalin sangat membantu dalam mengatasi dampak banjir.
“Terima kasih kepada pihak Polres, Kodim, dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan menanggulangi dampak pasca banjir,” ujar Bupati.
Saat banjir melanda, jajaran TNI/Polri bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu sigap membantu para korban dengan evakuasi, pendataan, dan penyaluran bantuan. Pemerintah Provinsi Kaltim turut memberikan bantuan lebih dari 6 ribu paket sembako, menerjunkan sejumlah dokter, dan memfasilitasi pembuatan sistem peringatan dini banjir.
Bantuan juga datang dari Pemkot Samarinda, perusahaan, dan organisasi kemasyarakatan. Agar bantuan tersebut terdistribusikan tepat sasaran, Bupati mengingatkan Dinas Sosial, Perempuan dan Perlindungan Anak Mahulu untuk mengkoordinasikan penyimpanan dan pendistribusian bantuan.
“Harus tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai ada yang dapat, ada yang lain tidak,” kata Bupati. Ia menegaskan pentingnya data valid dan verifikasi di lapangan untuk memastikan semua korban menerima bantuan secara merata.
Bupati kembali menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menanggulangi dampak bencana banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Bantuan dan gotong royong dari berbagai elemen masyarakat sangat berarti dalam pemulihan pasca bencana. (adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post