progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) menargetkan penurunan prevalensi stunting sesuai target nasional menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang. Target itu diyakini tercapai. Mengingat, hasil riset Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Mahulu tahun 2022 mencapai 14,8 persen. Terpaut 0,8 persen dari target nasional.
Target pencapaian itu disampaikan Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun dalam Diseminasi Audit Kasus Stunting di Ruang Rapat Bappelitbangda Mahulu, Kamis, 2 November 2023.
Rapat kali ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluraga Berencana Mahulu. Membahas paparan hasil audit dan rekomendasi pakar. Termasuk pemaparan dari Psikolog, Dwita Salvery dan ahli gizi, Muhammad Nuzul Azhim dan Ash Siddiq.
“Penekanan angka stunting yang ditargetkan oleh Pemkab Mahulu hingga 14%, merupakan target yang wajib dicapai karena stunting dapat berpengaruh terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa, sehingga pencegahan terhadap kondisi stunting di Kabupaten Mahakam Ulu, harus cepat dan tepat sesuai yang tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2024 tentang Percepatan Penurunan Stunting,” tutur Wabup Avun.
Avun yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Mahulu menilai, pencegahan dan penanganan stunting menjadi tanggung jawab bersama. Kedua langkah tersebut harus dijalankan lewat kegiatan yang efektif dan efisien sesuai hasil audit.
Untuk mencapai hal tersebut, Wabup mengajak seluruh pihak dan lapisan, mulai dari keluarga, kampung hingga pemerintah harus saling bersinergi.
“Saya mengajak untuk semua pihak untuk dapat ikut serta berperan aktif mengatasi stunting di kabupaten mahulu, sehingga fokus intervensi stunting untuk mencapai 14% di tahun 2024 dapat tercapai” ungkap Wabup Avun dalam pertemuan.
Oleh karenanya, Avun meminta Diseminasi Audit yang dilakukan, harus memiliki dampak yang terukur, dimulai dari identifikasi hingga pasca audit. Untuk itu, rekomendasi dari tim pakar harus ditindaklanjuti dan dikelola dengan baik.
“Saya juga meyakini kalau hasil rekomendasi dari tim pakar akan ditindaklanjuti dan dikelola dengan baik” terang Wabup.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), dr. Petronela Tugan, memberi penjelasan tambahan. Audit kali ini adalah upaya untuk melihat faktor resiko dan faktor penyebab stunting pada kelompok sasaran keluarga berbasis data surveilans rutin di Mahulu. (adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post