progreskaltim.id Upaya memperluas ketahanan pangan di tingkat desa kembali mendapatkan penekanan kuat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Rapak Lambur untuk tahun 2026. Pada forum yang digelar awal Oktober itu, pemerintah desa bersama warga menyepakati arah pembangunan yang berpijak pada penguatan sektor pertanian dan peternakan. Kesepakatan tersebut lahir dari kebutuhan lapangan yang terus berkembang, terutama terkait ketersediaan sarana produksi bagi petani.
Kepala Desa Rapak Lambur, Muhammad Yusuf, menjelaskan bahwa usulan masyarakat dalam Musrenbangdes merupakan hasil diskusi yang terlebih dahulu dilakukan di tingkat rukun tetangga. Dari hasil penjaringan tersebut, sebagian besar warga secara konsisten menyoroti persoalan produktivitas lahan pertanian. “Usulan masyarakat sebagian besar terkait kebutuhan pupuk pertanian, baik untuk tanaman hortikultura maupun sawah,” ujar Yusuf, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Selain kebutuhan pupuk, masyarakat juga mengharapkan dukungan bibit dan ternak untuk mendukung kegiatan agribisnis. Jenis permintaan warga beragam, mulai dari benih padi, bibit durian dan lai, hingga ternak ayam, kambing, dan sapi. Yusuf menilai, rentetan aspirasi itu menunjukkan semakin kuatnya komitmen masyarakat untuk mengembangkan kemandirian pangan desa. “Intinya kami ingin memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dalam menjaga ketahanan pangan, menunjang kemandirian desa di tahun 2026,” sambungnya.
Berbagai program pemberdayaan sejatinya telah berjalan sejak tahun sebelumnya dan mendapat dukungan penuh Dinas Pemberdayaan Pemerintah Masyarakat dan Desa (DMPD) Kukar. Desa Rapak Lambur menyalurkan bantuan pupuk serta bibit pisang kepada kelompok petani dan membangun infrastruktur penunjang, termasuk jaringan irigasi dan jembatan khusus pertanian. Pada tahun 2025, rangkaian kegiatan tersebut masih berlanjut di sejumlah RT, menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah.
Yusuf menuturkan bahwa setiap RT mendapatkan dukungan pemberdayaan dengan nilai Rp50 juta, yang kemudian dipadukan dengan program ketahanan pangan dari pemerintah kabupaten maupun pusat. Langkah ini, menurutnya, diharapkan dapat mendorong stabilitas ekonomi masyarakat desa melalui kegiatan pertanian dan peternakan yang lebih terarah. Ia menambahkan bahwa pada tahun ini terdapat sekitar 50 warga penerima bantuan pupuk, sebagian besar tergabung dalam kelompok tani.
Melalui konsistensi tersebut, Pemerintah Desa Rapak Lambur optimistis arah pembangunan yang berfokus pada pangan mampu menjaga ketersediaan komoditas lokal sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. “Untuk tahun ini, penerima bantuan pupuk sekitar 50 orang, sebagian besar tergabung dalam kelompok tani,” tutupnya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post