progreskaltim.id Pemerintah Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya menciptakan iklim investasi yang kondusif seiring beroperasinya pabrik detonator milik PT Trifita Deto Muara Badak (TDMB) di Kecamatan Muara Badak. Kehadiran pabrik ini diharapkan mendorong pertumbuhan sektor industri serta mendukung kelancaran aktivitas pertambangan di wilayah Kalimantan Timur.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyambut positif berdirinya pabrik yang secara resmi mulai beroperasi pada 12 Februari 2025. Ia menilai kehadiran TDMB merupakan bukti meningkatnya kepercayaan investor, baik nasional maupun internasional, terhadap potensi ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi investasi ini. Dengan nilai mencapai Rp200 miliar, pabrik ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kukar,” ujarnya pada Kamis, 1 Mei 2025.
Pemerintah daerah, tambah Sunggono, berkomitmen mendukung kelancaran operasional pabrik melalui fasilitasi perizinan, pengawasan, dan koordinasi antarinstansi, sekaligus memastikan keberadaan industri ini memberi manfaat bagi masyarakat lokal.
PT TDMB merupakan anak perusahaan PT Trifita Perkasa yang bergerak dalam jasa pengadaan dan distribusi bahan peledak komersial untuk kegiatan pertambangan dan konstruksi. Dengan kemampuan memproduksi detonator sendiri, TDMB diyakini dapat mengurangi ketergantungan impor sekaligus mendorong kemandirian industri pertambangan nasional.
Presiden Direktur PT TDMB, Hery Kusnanto, menjelaskan, “Pabrik ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan detonator dalam negeri dengan kapasitas produksi tinggi. Kami berharap dapat memperkuat kemandirian industri pertambangan di Indonesia.”
Terletak di atas lahan seluas 24 hektare, lima hektare di antaranya digunakan untuk bangunan utama, sedangkan sisanya dimanfaatkan untuk area pengembangan dan jarak aman. TDMB telah mengantongi seluruh izin, termasuk Rekomendasi Pembangunan Pabrik dari Kementerian Pertahanan RI dan Persetujuan Bangunan Gedung dari PTSP Kukar.
Keberadaan pabrik di Muara Badak juga strategis untuk mendukung distribusi hasil produksi ke industri pertambangan di Kalimantan, NTB, Sulawesi, hingga Papua. Selain itu, operasional pabrik diharapkan menyerap tenaga kerja lokal dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menjamin keselamatan pekerja serta warga sekitar.
Pabrik detonator ini ditargetkan beroperasi penuh pada 2026, dengan fokus utama penyediaan blasting cap bagi industri pertambangan di Kalimantan Timur dan sekitarnya, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi dan peluang kerja bagi masyarakat Muara Badak dan sekitarnya. (adv/diskominfokukar)

Discussion about this post