progreskaltim.id Penguatan ekonomi desa kembali menjadi perhatian pemerintah Kecamatan Marangkayu, termasuk melalui pendampingan kelembagaan yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar). Salah satu fokusnya adalah mendorong kesiapan BUMDes Kersik agar dapat kembali beroperasi dan menghadirkan manfaat ekonomi bagi warga. Namun hingga akhir 2025, lembaga usaha desa itu belum aktif meski kepengurusannya telah dibentuk ulang.
Kepala Desa Kersik, Jumadi, menyampaikan bahwa rendahnya minat warga untuk menjadi pengurus menjadi penyebab utama belum bergeraknya kembali BUMDes. Menurut dia, sebagian masyarakat masih lebih memilih pekerjaan berpenghasilan tetap dibandingkan terlibat dalam usaha desa yang berbasis bagi hasil.
“Pada dasarnya BUMDes itu berorientasi usaha. Kalau belum menghasilkan, pembagian keuntungan juga belum ada. Masyarakat masih belum siap dengan pola seperti itu,” kata Jumadi, Senin, 17 November 2025.
Selain soal pendapatan, beban administrasi juga kerap menjadi pertimbangan warga. Pengurus BUMDes harus mampu menyusun laporan secara tertib, sementara beberapa calon pengurus merasa belum terbiasa dengan tata cara tersebut.
“Banyak yang takut salah dalam membuat laporan, apalagi sekarang pengawasan keuangan desa sangat ketat,” ujarnya.
BUMDes Kersik sebelumnya pernah menjalin kerja sama dengan Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) untuk pengelolaan buah lokal pada 2022–2023. Kemitraan itu akhirnya dihentikan karena laporan keuangan yang disusun belum memenuhi standar evaluasi.
“Kerja sama dengan PHKT itu hanya berjalan sekitar satu tahun. Setelah dievaluasi, hasil pelaporannya tidak sesuai standar, jadi kami hentikan untuk menghindari masalah,” terang Jumadi.
Ia menjelaskan bahwa ketelitian pelaporan menjadi syarat dasar karena BUMDes termasuk objek audit resmi. “Risikonya besar kalau laporan tidak sesuai, makanya harus dihentikan dulu,” ujarnya.
Meski begitu, pemerintah desa tetap membuka kesempatan bagi warga yang ingin terlibat, termasuk menyiapkan pelatihan agar masyarakat lebih memahami pengelolaan usaha desa. “Pendaftaran tetap kami buka dan pelatihan juga sudah kami siapkan supaya ada yang siap menjalankan BUMDes,” tambah Jumadi.
Ia berharap ada warga yang bersedia mengambil peran sehingga BUMDes dapat kembali aktif dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa. “Harapan saya, ada warga yang mau mengelola BUMDes secara profesional. Kami siap mendampingi sampai benar-benar berjalan,” pungkasnya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post