progreskaltim.id. Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Bandara Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Ia mendesak diambil langkah strategis untuk mempercepat realisasi pembangunan bandara yang terletak di ibu kota kabupaten tersebut.
“Saya meminta segera diambil langkah cepat agar kita bisa segera mengalokasikan anggaran, meskipun tidak dalam APBD murni, namun bisa dianggarkan dalam perubahan,” ungkap Pj Gubernur Akmal saat menerima kunjungan Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, bersama jajaran di ruang VVIP Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, pada Senin, 13 Mei 2024 di Samarinda.
Ia menekankan bahwa percepatan perencanaan dan penganggaran sangat penting sebagai langkah awal untuk memacu pembangunan, serta mempermudah konektivitas antar-wilayah di Mahulu dan sekitarnya.
“Jika bisa, penerbangan seminggu dua kali dengan pesawat jenis Caravan akan sangat membantu,” tambahnya.
Sebagai informasi, Bandara Ujoh Bilang sudah mendapatkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Lokasi. Bandara ini dirancang dengan landasan pacu sepanjang 1.600 meter, yang nantinya dapat didarati berbagai jenis pesawat.
Pada tahap awal, direncanakan penerbangan perintis menggunakan pesawat jenis Caravan. Tahap berikutnya, bandara akan dapat menampung pesawat jenis ATR-72 yang berkapasitas 72 penumpang.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu telah membebaskan 250 hektare lahan dan menyertifikatkannya. Saat ini, pembangunan landasan pacu dan bangunan lainnya sedang dalam proses.
Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, seusai pertemuan menyatakan bahwa pembangunan landasan pacu dan infrastruktur lainnya di Bandara Ujoh Bilang diperkirakan menelan anggaran lebih dari Rp 1 triliun. Menurutnya, dana tersebut cukup besar bagi kabupaten termuda di Provinsi Kaltim, sehingga diperlukan dukungan dari Pemprov Kaltim dan Kementerian Perhubungan agar rencana ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
“Kami sudah mengusulkan pembangunan Bandara Ujoh Bilang kepada Bappenas. Kami minta dukungan Pemprov Kaltim agar tidak ketinggalan. Jika tertunda, kita tidak bisa melanjutkan pembangunan,” kata bupati.
Bupati berharap, pembangunan bandara tahap awal yang dapat didarati pesawat perintis bisa menjadi pemicu dan menunjukkan keseriusan kepada pemerintah pusat.
“Mahulu membutuhkan bandara untuk akses ke Jakarta, Samarinda, dan IKN. Ini jelas akan menghemat waktu dan biaya,” tutupnya. (adv/prokopimmahulu)

Discussion about this post