progreskaltim.id Mayoritas kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang diangkut menggunakan transportasi melewati sungai tersendat. Salah satu sebabnya, karena kemarau yang diperparah efek badai El-Nino sehigga menyebabkan Sungai Mahakam surut. Langkah cepat diambil Pemkab Mahulu mengatasi kelangkaan dan kenaikan sembako.
Menurut pemantauan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu, harga beras ukuran 25 kilogram di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai meroket hingga Rp 650 ribu pada akhir Juli 2023.
Kepala Bidang Distribusi Pangan DKPP Mahulu, Bahalan, memperkirakan tetap dibutuhkan pasokan beras dari luar Mahulu untuk mencukupi stok di kecamatan yang berbatasan dengan Negeri Jiran Malaysia itu.
Mengingat, per 30 Juli 2023, stok bahan beras di sejumlah toko-toko mulai kosong. Sebagai alternatif, warga bisa memanfaatkan beras hasil panen program ladang menetap 10 hektare per kampung yang disimpan dalam lumbung beras.
Hanya saja ia menggarisbawahi, tetap dibutuhkan pasokan beras untuk menjamin kecukupan 2.497 kepala keluarga di kecamatan yang berbatasan dengan Negeri Jiran Malaysia ini.
“Untuk sementara mungkin ya mereka memanfaatkan lumbung pangan mereka masing-masing. Masalahnya harga juga semakin melambung naik,” paparnya dalam rapat koordinasi menghadapi Badai El-Nino dan kemarau di ruang rapat Bappelitbangda Mahulu pada Jumat, 4 Juli 2023.
Sejauh ini, jajaran DKPP Mahulu telah menghubungi Pemprov Kaltim menanyakan terkait cadangan beras di provinsi untuk diberikan ke Mahulu. Intervensi ini diharapkan mampu menekan harga beras yang semakin melambung.
Wakil Bupati, Yohanes Avun, menekankan diperlukan langkah cepat dan terukur mengatasi persoalan ini. Baik melalui subsidi harga maupun membantu pengangkutan bahan pokok ke dua kecamatan di hulu riam.
Langkah itu berupa menjalankan Penyediaan Ongkos Angkut (POA) barang dan perbaikan jalan darat ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Melibatkan pemerintah dan dukungan swasta.
Kapolres Mahulu, AKBP Anthony Rybok, mengamini kenaikan harga kebutuhan pokok di dua kecamatan murni karena terhambatnya jalur distribusi melalui sungai. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemkab Mahulu mengatasi persoalan kelangkaan bahan pokok ini.
“Tidak ditemukan penimbunan oleh pihak tertentu. Bisa dilihat dengan mudah, karena pengiriman hanya melalui jalur sungai,” tutup Kapolres usai pertemuan.

Discussion about this post