progreskaltim.id Peningkatan kesejahteraan warga kembali menjadi fokus Pemerintah Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Dengan dukungan pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar), berbagai program pemberdayaan ekonomi dijalankan untuk memperluas akses usaha sekaligus menekan kerentanan sosial masyarakat desa.
Kepala Desa Muara Badak Ulu, Ruslan Efendi, menyampaikan bahwa bantuan untuk kelompok dan warga rentan disalurkan secara rutin setiap tahun. Bantuan itu mencakup pengadaan kambing, alat pertanian, perlengkapan tangkap ikan, hingga kapal kecil bagi kelompok pesisir. “Tahun ini, sedikitnya lima kelompok telah menerima bantuan sesuai kebutuhan masing-masing,” ujar Ruslan, Senin, 24 November 2025.
Ia menuturkan bahwa penanganan kemiskinan tidak cukup hanya memastikan ketersediaan kebutuhan dasar. Pemerintah desa juga mendorong perbaikan kualitas hunian melalui program bedah rumah serta pemberian material bangunan bagi warga yang rumahnya berada dalam kondisi tidak layak.
“Untuk bantuan material, desa menyediakan kebutuhan bahan bangunan sementara ongkos tukang tidak ditanggung. Dengan cara ini, perbaikan rumah bisa dilakukan bertahap,” jelasnya.
Ruslan menambahkan bahwa sejumlah program juga didukung oleh beragam sumber pendanaan desa. Selain Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), Muara Badak Ulu memanfaatkan Dana Karbon yang pada tahun sebelumnya mencapai Rp240 juta. Sebagian dana tersebut digunakan untuk memperkuat bantuan kepada kelompok usaha maupun mendukung kegiatan pemberdayaan lain yang relevan bagi masyarakat.
Menurutnya, kebutuhan warga yang beragam menuntut pemerintah desa menyusun program berdasarkan kondisi sosial ekonomi setempat agar manfaat yang diterima benar-benar tepat sasaran. Karena itu, setiap bentuk bantuan diberikan setelah mempertimbangkan kebutuhan nyata kelompok maupun warga.
Seiring perluasan program ini, Pemerintah Desa Muara Badak Ulu berharap kesempatan usaha bagi masyarakat semakin terbuka, sementara perbaikan lingkungan permukiman warga rentan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mendorong kemandirian ekonomi dan mengurangi beban masyarakat dalam jangka panjang.
“Harapannya, akses usaha semakin terbuka, kondisi rumah warga rentan membaik, dan peluang kemandirian ekonomi makin luas,” tutupnya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post