progreskaltim.id Peningkatan layanan dasar bagi warga menjadi fokus utama Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, sepanjang 2025. Pemerintah desa memastikan pelaksanaan Program 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) berjalan stabil dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Upaya ini turut didampingi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar), yang mendorong penguatan kapasitas warga sebagai fondasi menuju desa mandiri.
Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menyampaikan bahwa program SPM terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Mayoritas kegiatan yang dirancang telah terlaksana, dan masyarakat mulai merasakan perbaikan dalam penyediaan layanan dasar. “Realisasinya sudah jalan. Sekitar 75 sampai 80 persen sudah terlaksana,” ujar Hermi, Jumat, 21 November 2025.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari target jangka panjang menjadikan Loa Ulung sebagai desa mandiri. Menurut Hermi, perhatian dan pendampingan dari DPMD Kukar menjadi faktor penting yang menjaga pelaksanaan program tetap konsisten. “Arah utamanya tentu menjadikan desa ini mandiri,” katanya.
Program SPM di Loa Ulung tidak hanya berbasis pemenuhan administrasi. Berbagai kegiatan pemberdayaan warga telah dijalankan, termasuk peningkatan kapasitas kelembagaan dan perbaikan layanan publik desa. Meski anggaran turun secara bertahap, sebagian besar rencana kerja mampu direalisasikan, menyisakan sekitar 20 persen kegiatan yang masih perlu dikejar.
Dalam pelaksanaannya, desa menghadapi tantangan yang cukup khas. Loa Ulung berada di wilayah perbatasan sehingga arus mobilitas dari desa lain relatif kecil. Hal ini membuat ruang kolaborasi antarwilayah menjadi lebih terbatas. “Desa kami letaknya di ujung, jadi jarang dilintasi desa lain. Itu yang jadi tantangan,” jelas Hermi.
Sebagai respons, pemerintah desa mulai mempromosikan potensi lokal melalui rangkaian kegiatan wisata dan event desa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan interaksi dengan masyarakat luar sekaligus membuka ruang baru bagi pengembangan ekonomi dan sosial.
Hermi memastikan bahwa seluruh sisa kegiatan akan dikejar hingga tuntas demi memperkuat fondasi pelayanan yang lebih merata. Ia berharap penyelesaian program SPM benar-benar membawa desa menuju status mandiri. “Tantangannya banyak, tapi komitmen kami tetap sama,” tutupnya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post