Stunting Mahulu Turun 7,52 Persen

progreskaltim.id Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Yohanes Avun sangat mengapresiasi kerja keras Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Mahulu. Sebab, selama beberapa tahun terakhir, angka prevalensi stunting di kabupaten berjuluk Urip Kerimaan ini turun signifikan. Angka ini berdasarkan hasil Riset Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

Dalam rapat TPPS Mahulu di Ujoh Bilang, Senin, 19 Februari 2024 itu, Wabup Avun menyampaikan terjadi penurunan signifikan stunting di Mahulu. Dari, 20,30% di tahun 2021 menjadi 14,8% di tahun 2022.

BacaJuga

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerja keras dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Mahulu, berkat kerja sama dan komitmen bersama, capaian angka prevalensi stunting kita telah menunjukkan penurunan,” tuturnya.

Sebagai informasi, stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.

Program penurunan stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang juga prioritas di Kabupaten Mahulu. Komitemen ini dituangkan dalam misi ke-3 Pemkab Mahulu. Yakni  “Mewujudkan Masyarakat Yang Cerdas, Sehat, Sejahtera, Bermartabat Dan Berdaya Saing Tinggi,”. Langkah ini pun selaras dengan komitmen Peraturan Presiden 72/2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting Nasional menjadi 14 persen di tahun 2024 mendatang.

Sejumlah intervensi kebijakan nasional dan Mahulu rupanya tak berhenti di tahun 2022 saja. Menurut informasi yang diterima Wabup Avun, angka prevalensi stunting di Mahulu juga turun di tahun 2023.

“Namun untuk penurunan tetap terus diupayakan, di mana melalui data per Agustus 2023 mengalami penurunan lagi sebesar berada pada angka 7,52%, untuk perolehan data selanjutnya sambil menunggu rilis dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI),” ucap Wabup.

Hadir dalam rapat, sejumlah pemangku kebijakan lainnya. Di antaranya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) drg. Agustinus Teguh Santoso, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Timur Syahrul Umar, , Ketua TP PKK Kabupaten Mahulu, Yovita Bulan Bonifasius, Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB dr. Petronela Tugan, para petinggi kampung se Kabupaten Mahulu dan tamu undangan lainnya. (adv/prokopimmahulu)

Bagikan:

Discussion about this post

Populer

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10