progreskaltim.id Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu telah menyusun rencana induk pengembangan transportasi dan niaga. Lokasinya berpusat di Sebenaq, Ujoh Bilang. Di kawasan itu akan terkoneksi dengan jalur darat, sungai dan udara.
“Kami ingin membangun konektivitas transportasi di Mahulu yang terintegrasi, darat, sungai dan udara yang berdekatan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing Desember 2024.
Kawasan terintegrasi itu, kata Frans – sapaan karibnya akan berpusat di dua kampung di kecamatan Long Bagun. Yakni, Ujoh Bilang dan Long Melaham.
Secara geografis, lokasi itu berada di tangah-tengah wilayah Mahulu. Memudahkan mobilitas 4 kecamatan sekitar. 2 kecamatan di hilir Sungai Mahakam dan 2 kecamatan di hulu Sungai Mahakam.
Di masa depan, dua perkampungan itu akan menjelma menjadi kawasan sangat strategis. Sebab, akan berdekatan dengan Bandara Ujoh Bilang, Pelabuhan Induk Batu Dinding, perkotaan dan perkantoran yang dilalui jalur Trans Kalimantan.
Upaya membangun konektivitas itu sudah terlihat beberapa tahun terakhir. Dimulai dari pembangunan Jalan Trans Kalimantan poros Tering – Ujoh Bilang yang tembus hingga Long Apari dan Kaltara.
Pada 2024,Jalan Poros Tering – Ujoh Bilang sudah bisa dilalui kendaraan perkotaan. Sebagian jalan dan jembatan sudah terbangun. Meski sebagian titik jalan masih rusak. Jika cuaca terik, perjalanan darat di jalur itu hanya membutuhkan waktu 4-6 jam. Jauh dibandingkan ketika pemerkaran Mahulu 2013 yang bisa memakan waktu 1 minggu perjalanan.
Jalur Trans Kalimantan Poros Tering – Ujoh Bilang itu terkoneksi dengan Dermaga Terpadu Batu Dinding. Pelabuhan itu nantinya akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang dan barang terpadu Mahulu.
Menurut perencanaan, nantinya, di kompleks itu akan memiliki fasilitas terminal bus antar kota di masa mendatang.
Beberapa kilometer dari pelabuhan yang terletak di Pelabuhan Long Melaham itu, akan dibangun Bandara Ujoh Bilang.
Bandara itu sudah terkoneksi jalur darat. Pada 2024, sudah dibangun jalan aspal dan semenisasi 4 lajur.
Letak bandara dan pelabuhan itu mengapit lokasi rencana proyek objek wisata Batoq Tenevang atau Batu Dinding.
Di sekitar areal tersebut terkoneksi dengan pusat perkantoran dan permukiman di kawasan Sebenaq.
“Ini adalah perencanaan jangka panjang pembangunan konektivitas transportasi dan perniagaan Mahulu di masa depan,” ujar Frans. (pariwara/dishubmahulu)

Discussion about this post