progreskaltim.id Dengan cekatan Bonifasius Belawan Geh menghujamkan sebatang kayu berulang kali ke dalam tanah. Lubang-lubang sebesar tutup botol yang ia buat segera diisi beberapa butir benih padi gunung. Prosesi menuggal – menanam padi kali ini begitu melelahkan.
Beberapa kali Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) itu harus melompati sisa ranting, batang dan akar pohon sebesar badan pria dewasa. Sisa-sisa kotoran pembukaan ladang itu membuat banyak area lahan tak dapat ditanami padi.
Akibatnya jelas, produksi padi gunung tak bisa maksimal. Kondisi seperti ini hampir terjadi di semua areal perladangan di Kabupaten Mahulu. Para petani kerap mengeluhkan banyak sisa pohon yang menutupi lahan. Butuh bertahun-tahun sebelum terurai alami.
Mengatasi persoalan ini, Bupati Bonifasius mengusulkan pemerintah kampung melakukan pengadaan ekscavator mini di tahun 2023 ini.
“Kita butuh teknologi seperti alat berat untuk membersihkan lahan ini. Karena itu, tahun ini ada pengadaan ekscavator mini untuk mendukung program ketahanan pangan ini,” begitu pesan bupati ketika tanam padi bersama warga di Kampung Datah Naha, Kecamatan Long Pahangai, Sabtu, 7 Oktober 2023.
Bupati meyakini, ladang yang bersih akan meningkatkan areal tanam yang diharapkan berbanding lurus dengan jumlah panen petani.
Sinergi kearifan lokal dengan intervensi dukungan dana pemerintah dan dukungan teknologi diharapkan menjadi kunci keberhasilan perladangan padi di Mahulu.
Apalagi, sejak tiga tahun terakhir, Pemkab Mahulu sudah menjalankan program ladang menetap 10 hektare per kampung.
Program ini diharapkan menjadi salah satu jawaban ketahanan dan kemandirian pangan di Mahulu. Kabupaten termuda di Kaltim ini memang punya tekad bisa mencukupi kebutuhan beras dari petani lokal. Tak lagi bergantung pasokan beras dari luar.
“Ketahanan pangan diperoleh dari pertanian mandiri yang dikelola masyarakat. Pemerintah kampung harus mendukung pendanaan pembukaan lahan kering 10 hektare per kampung supaya target ketahanan pangan tercapai,” pesan bupati.
Kepala Dinas Pemberdayaan Kampung Mahulu, Damianus Tamha sependapat dengan usulan itu. Sisa-sisa kayu harus segera dibersihkan agar areal tanam program 10 hektare per kampung maksimal.
“Sesuai dengan instruksi Pak Bupati supaya segera melakukan pengadaan exca supaya pemanfaatan lahan ini maksimal,” kata Tamha yang hari itu ikut menuggal mendampingi bupati dan Wakil Bupati Yohanes Avun.
Tamha melaporkan, tahun 2023 ini sedikitnya ada 20 kampung di Mahulu yang telah siap melaksanakan program tanam padi lahan kering 10 hektare per kampung.
Selain pembersihan ladang dan bantuan anggaran, Pemkab Mahulu juga mendorong penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas padi. (advprokopimmahulu)

Discussion about this post