progreskaltim.id Warga Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara memadati kawasan Panggung Ceria dalam gelaran Sedekah Bumi, sebuah tradisi tahunan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi warga dari berbagai latar belakang untuk merayakan kebersamaan dan mengungkapkan rasa syukur atas limpahan hasil panen.
Pelaksana Tugas Lurah Bukit Biru, Seri Herlinawati, menjelaskan bahwa Sedekah Bumi dipandang sebagai wujud penghormatan masyarakat terhadap alam yang memberikan kehidupan. Melalui ritual ini, warga menyampaikan rasa terima kasih atas hasil pertanian yang tetap menghidupi mereka, meski jumlahnya beragam dari tahun ke tahun.
“Tradisi ini untuk semua suku yang ada. Semua yang hadir menjadi satu, menghargai sedekah bumi yang dilaksanakan di Kelurahan Bukit Biru,” ujar Seri.
Di Panggung Ceria, ragam kegiatan budaya disajikan untuk meramaikan suasana. Mulai dari pertunjukan seni tradisional, prosesi adat, hingga pembagian makanan tumpeng menjadi bagian penting yang selalu dinantikan. Semua elemen acara dirancang untuk memperkuat makna syukur dan kebersamaan.
Pelaksanaan Sedekah Bumi juga menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi perekat sosial di tengah masyarakat urban. Warga yang sehari-hari sibuk dengan aktivitas masing-masing dapat kembali berkumpul dan merayakan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.
“Ritual merupakan ucapan terima kasih kepada Allah SWT, pencipta alam semesta. Manusia mendapatkan berkah dari hasil panen, baik sedikit maupun banyak. Sedekah bumi menjadi wujud rasa syukur,” kata Seri.
Kegiatan ini juga memperlihatkan kekuatan budaya lokal sebagai identitas masyarakat Tenggarong. Tradisi yang terus berlangsung hingga kini menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
“Ini tradisi, adat budaya warga kita. Tujuannya untuk mensyukuri hasil panen agar lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan berlangsungnya Sedekah Bumi tahun ini, warga Bukit Biru berharap tradisi tersebut tetap terjaga dan semakin dikenal luas. Sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga peringatan bahwa manusia hidup berdampingan dengan alam dan bertanggung jawab menjaganya. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post