progreskaltim.id Kemudahan layanan publik kini semakin dirasakan warga Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang. Melalui digitalisasi yang didorong bersama pemerintah daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kutai Kartanegara (DPMD Kukar), masyarakat dapat mengurus administrasi harian tanpa harus hadir langsung ke kantor desa. Akses layanan yang lebih cepat ini membuat proses pengurusan dokumen menjadi jauh lebih efisien bagi berbagai kelompok warga.
Peralihan menuju layanan berbasis digital ini dijalankan melalui Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek), yang berfungsi sebagai pusat inovasi pelayanan. Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi secara perlahan mengubah kebiasaan warga dalam mengurus administrasi. Kemudahan tersebut membuat layanan online semakin diminati. “Alhamdulillah pelayanannya berjalan baik. Warga bisa membuka link yang kami sediakan, jadi tidak seribet dulu,” kata Hermi, Jumat, 21 November 2025.
Ia menuturkan, digitalisasi menjadi langkah penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan proses lebih singkat dan teratur. Selain memangkas antrean, sistem ini juga membantu perangkat desa bekerja lebih responsif dalam memproses berbagai permohonan warga. Situasi ini sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih transparan.
Berbagai layanan kini terintegrasi melalui laman loaulung.desakaltim.id. Di dalamnya, warga dapat mengakses administrasi kependudukan, mengunduh format dokumen, hingga mendapatkan petunjuk pelayanan tanpa hambatan. Keberadaan layanan ini membuat warga yang tinggal jauh dari kantor desa tak lagi harus meluangkan waktu khusus untuk datang.
Meski demikian, pemerintah desa tetap mempertahankan model tatap muka bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan gawai. Hermi menilai pendekatan ini penting agar tidak ada kelompok warga yang tertinggal dalam proses adaptasi digital. Di sisi lain, pembaruan sistem juga terus dilakukan untuk menjaga keamanan data serta meningkatkan kenyamanan pengguna.
Hermi berharap langkah digitalisasi ini menjadi awal dari transformasi yang lebih luas di Loa Ulung. Ia optimistis, kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan layanan digital akan memperkuat daya saing desa ke depan. “Kami terus memperbarui sistem dan meningkatkan keamanan datanya. Semoga Loa Ulung bisa menjadi desa yang benar-benar siap menghadapi perkembangan teknologi,” tutup Hermi. (adv/dpmdkukar)

Discussion about this post